Arumi dan Marcella jadi Model Lukisan Beauty of Balai Pemuda
SR, Surabaya — Ratusan pelukis terlibat dalam kegiatan Beauty of Balai Pemuda” pada Sabtu (18/4/2026). Event ini terjadi ruang seni di Balai Pemuda Surabaya.
Kegiatan melukis on the spot (OTS) yang digelar oleh Galeri Merah Putih itu diikuti lebih dari 200 pelukis dari berbagai daerah, sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Kartini.
Ketua Galeri Merah Putih, M Anis, mengatakan kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk respons atas polemik sebelumnya terkait rencana pengosongan ruang galeri di Balai Pemuda.
“Awalnya ada surat peringatan dari Pemkot untuk mengosongkan galeri. Kami merespons dengan kegiatan seni seperti ini.” “Alhamdulillah, akhirnya dicabut karena galeri memang digunakan untuk kesenian, bukan kepentingan pribadi,” ujar Anis saat ditemui di Balai Pemuda.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut kini diarahkan untuk memperkuat semangat berkesenian sekaligus memperingati Hari Kartini. “Ke depan kami akan terus mengadakan kegiatan seni, termasuk rencana pasar seni lukis Indonesia tiap tahun,” katanya. Dalam kegiatan ini, dua figur publik, Marcella Zalianty dan Arumi Bachsin, dihadirkan sebagai model lukisan.
Kehadiran keduanya, menurut Anis, merupakan bagian dari partisipasi tokoh budaya dalam mendukung kegiatan seni. Acara juga dihadiri Budayawan Erros Djarot dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak bersama Arumi Bachsin.
Anis menyebutkan, sebanyak 197 pelukis tercatat mendaftar, namun jumlah peserta di lapangan mencapai lebih dari 200 orang karena adanya peserta tambahan yang datang langsung. “Peserta datang dari berbagai daerah, seperti Jawa Timur, Jogja, hingga Wonosobo. Ini juga jadi ajang reuni seniman,” ujarnya.
Ia menegaskan, kegiatan ini terbuka untuk semua kalangan, mulai dari pelukis profesional hingga pemula, termasuk anak-anak dan peserta berkebutuhan khusus. “Kami tidak membatasi. Ada yang baru belajar, ada yang sudah senior. Semua diberi ruang,” kata dia.
Hasil karya para pelukis akan dipamerkan mulai 20 hingga 27 April 2026 di Galeri Merah Putih dan galeri basement Balai Pemuda. Pameran ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya, dengan karya yang ditampilkan melalui proses kurasi.
Salah satu peserta, Lian M Margareta, mengaku datang atas undangan dan merasa antusias bisa terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Saya diundang langsung dan memang sehari-hari bekerja sebagai pelukis. Biasanya saya melukis figur manusia dengan pendekatan cerita,” ujarnya. Ia mengatakan suasana kegiatan yang mempertemukan banyak seniman menjadi pengalaman yang menyenangkan. (*/red)
Tags: 200 pelukis, balai pemuda, superradio.id, surabaya
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





