Kusnadi Imbau Masyarakat Berhati-hati Sebelum Berinvestasi

Yovie Wicaksono - 24 January 2020
Ketua DPRD Jatim Kusnadi. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Ketua DPRD Jatim Kusnadi mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam berinvestasi di media sosial maupun di kehidupan sehari-hari. Pihaknya juga meminta untuk mengecek terlebih dahulu dasar-dasar pendirian hukum masalah investasi tersebut.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Jawa Timur agar lebih berhati-hati terhadap tawaran-tawaran berinvestasi yang dilakukan oleh media-media sosial yang akhir-akhir ini berkembang begitu banyak,” ujar Kusnadi, Jumat (24/1/2020).

“Cek lah terlebih dahulu tentang keabsahan pendirian dari badan hukum media sosial itu. Agar kita tidak mengalami kerugian yang akan menyusahkan kita semua,” imbuhnya.

Terkait kasus investasi bodong berbasis aplikasi MeMiles yang saat ini sedang dalam penyelidikan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Kepolisian Daerah Jawa Timur, Kusnadi turut mendukung penuh pengusutan kasus tersebut.

“Sebagai Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, saya mendukung penuh tentang pengusutan kasus MeMiles yang sedang dilakukan oleh Ditkrimsus Polda Jatim terhadap aplikasi investasi MeMiles,” ujar politisi asal fraksi PDI Perjuangan Jatim ini.

Menurutnya, investasi MeMiles ini telah merugikan banyak masyarakat, sehingga hukum harus ditegakkan.

Sebagaimana diketahui bersama, Kasus investasi ilegal MeMiles ini terbongkar ketika Polda Jatim mendapatkan investasi MeMiles yang belum berizin. Investasi ilegal ini menggunakan PT Kam and Kam yang baru berdiri delapan bulan lalu tanpa mengantongi izin resmi.

Perusahaan tersebut bergerak di bidang jasa pemasangan iklan yang menggunakan sistem penjualan langsung melalui jaringan member dengan cara bergabung di aplikasi MeMiles. Peminatnya pun cukup besar. Bahkan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menuturkan, sudah ada 264 ribu member selama delapan bulan dengan omzet kisaran Rp 750 miliar. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.