Kisah di Balik Lensa Pameran SURADAYA di Orasis Art Space Surabaya
SR,Surabaya – Pameran fotografi Suradaya – What Remains Unseen yang digelar Wisma Jeman dan Institut Français d’Indonésie (IFI) Surabaya di Orasis Art Space telah resmi dibuka untuk umum mulai Sabtu (19/9/2026). Total ada 12 peserta terpilih ikut dalam pameran bertajuk SURADAYA ini.
Salah satunya Salwa Al Kharamain. Perempuan berhijab ini, mengusung tema religi dalam karya fotonya. Ia memotret sisi lain kawasan Sunan Ampel yang selama ini dikenal sebagai wisata kawasan religi di kota Pahlawan.
Ia menampilkan aktivitas perdagangan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat yang ini menunjukkan adanya hubungan antara aktivitas ekonomi masyarakat sekitar dan religi.
“Dari sini kita bisa mengambil sisi positifnya, bahwa kegiatan religi juga bisa membantu perekonomian warga sekitar” ujar Salwa.

Selain potret di kawasan Sunan Ampel, karya lain yang ditampilkan mengangkat berbagai persoalan dan kehidupan masyarakat Surabaya, seperti lingkungan, perubahan kawasan lama, ruang sosial, hingga kehidupan komunitas. Setiap karya menghadirkan sudut pandang yang berbeda terhadap kota dan masyarakatnya.
Fotografi dalam pameran ini juga menjadi bagian dari arsip. Bukan hanya sebagai kumpulan foto, album dapat menyimpan berbagai kenangan dan cerita yang pernah terjadi di dalamnya. Hal tersebut disampaikan oleh Claudia Suciono, peserta pameran lainnya.
“Dengan adanya album itu, menyadari bahwa betapa penting itu dan ada memory di album itu,” ujar Claudia.

Pengunjung yang hadir akan disuguhkan bagaimana sebuah gambar bisa dibuat. Daiantaranya penggunaan teknologi AI dengan mengubah foto menjadi teks, kemudian teks tersebut diolah kembali hingga menjadi gambar baru yang berbeda dari foto awal.
Penggunaan teknologi ini menunjukkan bahwa sebuah gambar tidak hanya soal hasil akhirnya, tetapi juga ada proses yang terjadi.
Lewat berbagai karya yang ditampilkan, pengunjung diajak melihat Surabaya dari sisi yang mungkin selama ini jarang terlihat. Bukan hanya tentang apa yang ada di dalam sebuah foto, tetapi juga cerita dan kehidupan yang ada di baliknya.
Pameran berlangsung hingga 27 September 2026 dan bisa dinikmati pengunjung mulai 11.00 sampai 18.00 WIB. (davia/red)
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.


