Filosofi di Balik Penggunaan Motif Kain Batik dalam Pernikahan Adat Jawa

Yovie Wicaksono - 14 March 2023
Batik Sidomulyo yang dikenakan Ketua MK Anwar Usman dan adik Jokowi, Idayati. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Pernikahan dalam konsep Jawa adalah hal yang sakral karena ada penyatuan makro dan mikro kosmos – ruh besar dan kecil, bukan hanya menyatukan dua insan. Pernikahan dalam adat Jawa selalu mempunyai makna filosofis di setiap pelaksanaannya bahkan sampai pada pemilihan busana.

“Konsep pernikahan itu tentang welas asih,” kata perancang busana nusantara Era Soekamto.

Pernikahan adat Jawa identik sekali dengan kain batik. Motif batik, khususnya batik Jawa pun mempunyai arti tersendiri yang terkandung dalam setiap titik dan garis. Dua elemen itulah yang menjadi benang merah penyatuan dua ruh manusia yang menghadirkan cinta. 

Era yang juga mendalami batik itu menjelaskan, batik sebagai medium komunikasi awalnya digunakan untuk menyampaikan konsep transedental, jadi pembuatnya melakukan meditasi terlebih dahulu sebelum mulai membatik sampai tingkat spiritualnya mumpuni.

Setiap upacara pernikahan adat Jawa, motif batik yang dipakai pun berbeda-beda. Bagi kedua mempelai, motif batik yang digunakan harus yang diawali dengan kata “sida atau sido” yang berarti “jadi”. Sementara itu motif batik yang dikenakan oleh orang tua adalah motif kain batik truntum.

Batik untuk mempelai pengantin

1. Sido Mulyo, digunakan oleh kedua mempelai dengan makna agar keduanya hidup bahagia, sejahtera, mulia, dan dilimpahkan rejeki yang cukup.

2. Sido luhur, berasal dari Keraton Surakarta. Batik motif ini dianjurkan digunakan oleh mempelai wanita di malam pernikahan. Keluhuran yang disampaikan dalam motif batik ini bermakna dari segi materi dan non materi di mana kedua mempelai dapat hidup berkecukupan dan keluhuran budi, tindakan, serta ucapan.

3. Sido Asih, batik ini juga dikenakan oleh mempelai wanita pada saat malam pesta pernikahan. Maknanya, agar hidup rumah tangga kedua mempelai senantiasa dipenuhi kasih sayang.

4. Sido Mukti, biasanya dikenakan oleh kedua mempelai ketika pesta pernikahan. Maknanya, agar tercapai kemakmuran dalam kehidupan kedua mempelai serta masa depan yang baik.

5. Sido Wirasat, bermakna sebuah nasehat yang diberikan oleh orang tua untuk menuntun kedua mempelai dalam memasuki bahtera hidup rumah tangga. Motif ini biasanya bersandingan juga dengan motif batik truntum.

Batik untuk orang tua pengantin

1. Batik truntum, berasal dari kata tumaruntum yang artinya adalah menuntun. Kadang dikaitkan juga dengan kata tentrem (tentram). Orang tua pengantin menggunakan batik motif ini agar mampu menuntun dan memberi contoh kepada putra-putrinya dalam memasuki kehidupan rumah tangga.

Motif ini juga melambangkan rasa cinta karena menurut ceritanya, kain motif truntum dibuat oleh permaisuri Paku Buwono III, Ratu Kencono ketika sedang merindukan sang raja. Sehingga dari cerita ini pula banyak yang mengatakan batik truntum merupakan simbol cinta sang ratu kepada raja.

2. Batik grompol, yang berarti bersatu.

Motif ini melambangkan harapan bahwa ketika sang putra-putri sudah menjalani kehidupan berumah tangga, semua hal baik seperti rejeki, kebahagiaan, kerukunan, dan ketentraman akan berkumpul menjadi satu dalam rumah keduanya.

Selain itu, motif ini juga menyampaikan bahwa sejauh apapun mereka pergi meninggalkan orang tua, mereka akan tetap kembali dan mengingat keluarganya.

Di samping itu semua, ada beberapa motif batik yang tidak boleh dipakai untuk kegiatan pernikahan, salah satunya adalah motif batik parang. Pada masa Keraton kuno, motif batik ini memang hanya boleh digunakan oleh Raja dan keluarganya. Motif parang biasanya digunakan pada upacara kerajaan. Menurut Era, motif parang sebetulnya digunakan untuk upacara yang bersifat kepemimpinan.

Kalaupun tidak mengenakan motif-motif batik tersebut sesuai dengan faedahnya, menurut Era tentu tidak akan menimbulkan petaka bagi pernikahan. Namun, memang begitulah batik yang punya ragam corak dengan berbagai filosofi yang berbeda-beda. Hal ini menunjukkan bahwa batik adalah sebuah medium komunikasi yang sarat dengan pesan. (*/vi/red)

Tags: , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.