Kiat Memulai Mengelola Finansial

Yovie Wicaksono - 16 September 2021
Ilustrasi. Foto : (SHUTTERSTOCK/LOVEYDAY12)

SR, Surabaya – Kebanyakan orang mendambakan kehidupan yang tenang dan damai terlebih perihal finansial. Ketika seseorang sudah mengelola keadaan finansialnya dengan baik maka tak akan ada lagi ketakutan dalam menghadapi kehidupan esok hari. Biaya makan, pendidikan, kesehatan dan kebutuhan lain tidak menjadi permasalahan yang berat. Oleh karenanya kemampuan mengelola finansial menjadi hal yang harus dikuasai oleh semua orang. 

Seorang perencana keuangan, Muhammad Rizqi mengatakan bahwa pandemi Covid-19 yang terjadi menjadikan masyarakat lebih sadar akan pentingnya mengelola finansial. 

“Mau pandemi atau tidak urgensinya sama. Ketika pandemi masyarakat baru sadar. Dampak positifnya pandemi membuat orang-orang jadi sadar pentingnya mengatur keuangan,” ucapnya.

Ia mengatakan, sebelum memulai merencanakan keuangan seseorang diharuskan untuk menentukan tujuan terlebih dahulu. “Yang terpenting dalam merencanakan keuangan adalah tujuannya. Banyak sekali orang-orang merencanakan keuangan langsung memikirkan soal investasi atau mau menikah atau membeli mobil. Perlu diperhatikan bahwa tujuan yang ingin dicapai harus memiliki alasan yang kuat bukan mengedepankan gengsi semata,” terang Rizqi.

Dalam merencanakan keuangan seseorang harus mengetahui jumlah pendapatan dan pengeluarannya. “Yang paling penting kita kenali diri kita sendiri. Berapa pemasukan kita, berapa pengeluaran kita, aset apa saja yang kita punya, hutang atau kewajiban kita apa. Kita selesaikan hal itu dulu. Sering kali orang itu bingung apakah pengeluarannya sudah sehat atau belum,” jelas Rizqi. 

Mencatat keuangan menjadi kegiatan awal yang bisa dilakukan ketika seseorang ingin merencanakan keuangannya. Hal tersebut terlihat sepele untuk dilakukan namun tanpa disadari mencatat keuangan akan membantu seseorang dalam merencanakan keuangannya. 

Selain itu, tanpa disadari bahwa merencanakan jenjang karir dapat membantu seseorang untuk merencanakan keuangannya demi mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. 

“Jika membahas soal mencari pekerjaan selama itu halal sebenarnya tidak ada masalah. Tapi kita harus tau ketika masuk ke dalam sebuah industri maka kita harus tau bagaimana strategi exit plannya seperti apa,” kata Rizqi.

“Misal kerja di sektor perbankan lalu bagaimana tiga tahun lagi atau lima tahun lagi kira-kira pendapatannya berapa. Dengan karir yang saat ini kita jalani seberapa cepat dapat membantu meraih tujuan yang ingin dicapai,” sambungnya. (*/red) 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.