Ketahanan Pangan di Kampung si Ahong
Dari hasil bercocok tanam dan ternak lele tersebut, warga bisa menciptakan ketahanan pangan untuk daerahnya. Dalam setahun terakhir, kata Lukman, mereka telah memanen tanaman hidroponik sebanyak 5 kali, dan lele 3 bulan sekali. Hasilnya, dikonsumsi warga dan sebagian lagi dijual.
“Panen tanaman hidroponik 3 minggu sekali, paling lama 1 bulan. Kalau tahun ini sudah kurang lebih 5 kali panen. Lele panennya 3 bulan sekali dan baru kali ini dicoba, untuk cabai, tomat belum panen karena baru pertama kali,” ungkap Lukman.
Kehadiran PKK dan koperasi juga turut serta mendukung kegiatan warga. Semua dilakukan secara mandiri, tanpa adanya sponsor dari pihak luar. Murni dari warga untuk warga.
Sementara itu, Ketua PKK RT 8 RW 9, Zumrotus Sholihah mengatakan, banyaknya sampah rumah tangga, membuatnya berinisiatif membantu memanfaatkan hal tersebut menjadi barang yang lebih berguna.
Ia melakukan pelatihan yang melibatkan karang taruna, mengenai pengolahan sampah kering menjadi kerajinan tangan yang dapat dijual, seperti bunga dari kresek, taplak meja dari sedotan, dan sebagainya. Kemudian melalui Bank Sampah, sisa sampah kering yang tidak dipakai bisa dijual kembali dan sampah basah diolah menjadi pupuk untuk tumbuhan.
“Kita sekarang sedang menggalahkan hidroponik, terus ada urban farming juga. Terus kalau dari bapak-bapak ada magot sama lele. Yang mengolah limbah kering menjadi keterampilan itu warga sendiri, masalah pelatihan sebenarnya kita kadang dari media sosial, kita usaha sendiri. Dan kapan hari juga kita dapat pelatihan dari anak KKN, jadi memanfaatkan apa yang ada di sampah kering untuk yang bisa kita manfaatkan,” kata Zumrotus.
Ia juga mengadakan beberapa kegiatan. Mulai dari koperasi sembako yang pada awalnya menggunakan dana kas kemudian berkembang, koperasi simpan pinjam, serta UKM yang menjual minuman sinom, rosella, dan kerajinan tangan.
“Penghasilannya sudah jutaan juga kalau dari UKM, kalau hasil dari sebagian kita pakai sendiri, sebagian kita jual. Koperasi sembako juga sangat bisa banyak mendukung kegiatan, barang-barang sembako yang dibutuhkan oleh warga nanti membayarnya untuk satu bulan berikutnya, laba nya nanti kita masukan ke kas PKK, jadi itu yang bisa digunakan untuk kegiatan-kegiatan di kampung kita,” pungkasnya. (hk/red)
Tampilkan SemuaTags: bercocok tanam, gotong royong, kampung inspiratif, Kampung si Ahong, ketahanan pangan, PKK, Tanaman Hidroponik, Ternak Lele
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.






