Persiapan 3 Bulan Banteng Istimewa Yogyakarta Siap Rebut Piala

Rudy Hartono - 11 August 2026

SR, Surabaya – Tim Banteng Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) datang ke Surabaya sebagai kontingen perdana dengan rasa percaya diri yang tinggi. Meskipun berstatus sebagai debutan di gelaran Soekarno Cup ketiga ini, DIY membawa ambisi besar untuk langsung membawa pulang piala ke Bumi Mataram.

Langkah serius DIY terlihat dari proses persiapan yang telah berjalan selama tiga bulan terakhir. Waktu tersebut digunakan secara efektif untuk mengkolaborasikan kekuatan sepak bola dari empat kabupaten dan satu kota di wilayah Yogyakarta.

Direktur Tim Banteng Yogyakarta, Susanto Dwi Antoro, menyebut, skuad mereka diperkuat oleh talenta-talenta terbaik dari berbagai klub ternama seperti PSS Sleman, PSIM, Persiba Bantul, hingga Persikup Kulon Progo.

Detail jersey Tim banteng Daerah Istimewa Yogyakarta. (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

Persatuan ini dianggap sebagai kekuatan utama mereka dalam menghadapi persaingan ketat di turnamen ini. “Tiga bulan adalah waktu yang cukup untuk kami mengkolaborasikan seluruh kekuatan sepak bola di Yogyakarta. Kami datang menjadi sahabat untuk mengambil Piala Soekarno dari Jawa Timur,” ungkapnya, Minggu (9/8/2026).

Dukungan terhadap tim ini sangat luar biasa, melibatkan puluhan anggota legislatif dari tingkat kabupaten hingga nasional yang bersatu mendukung kiprah mereka. Hal ini menunjukkan bahwa tim Banteng Istimewa bukan sekadar tim sepak bola, melainkan representasi kebanggaan masyarakat Yogyakarta di kancah nasional.

Dalam peta persaingan, manajemen DIY sangat memperhitungkan tim-tim asal tanah Jawa seperti Jawa Timur dan Jawa Barat sebagai rival terberat. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan optimisme mereka untuk menembus babak final dan mengalahkan tim-tim unggulan tersebut.

Kesan pertama tim DIY saat tiba di Surabaya pun sangat positif. Mereka memandang Jawa Timur sebagai saudara sekaligus barometer sepak bola nasional. Semangat persahabatan ini dibawa tanpa mengurangi tekad untuk tampil kompetitif di setiap pertandingan.

Dengan kolaborasi pemain dari berbagai klub liga dan dukungan politik yang masif, DIY optimistis mampu memberikan kejutan. “Nyala api ini wajib untuk Banteng Istimewa Yogyakarta sebagai pemersatu kekuatan seluruh komponen sepak bola di DIY,” sesumbarnya.

Manajer Tim Papua Raya, Mukri Hamadi

Tim Papua Raya Beda Target

Sementara itu, Tim Papua Raya berbeda target dalam mengikuti Soekarno Cup 2026. Manajer Tim Papua Raya, Mukri Hamadi menyebut  fokus utama tim Papua Raya dalam turnamen ini bukan sekadar mengejar kemenangan instan, melainkan memberikan ruang bagi talenta muda untuk berkembang.

Manajemen ingin para pemain tampil lepas dan mengeluarkan kemampuan terbaik yang telah diasah selama sesi latihan di Papua.

“Prioritas kita sebenarnya pada usia 17 ini adalah keinginan pemain tampil mengeluarkan talenta terbaik mereka. Kami yakin upaya tidak akan mengkhianati hasil,” ujar Mukri.

Ia menekankan bahwa dalam usia pembinaan, prestasi merupakan buah alami dari proses kerja keras yang dijalani secara konsisten.

Tagline “Satu Hati, Satu Arah” menjadi pedoman bagi seluruh anggota tim Papua Raya selama berkompetisi di Surabaya. Pesan ini bermakna bahwa meskipun berada di lapangan untuk bertanding, semangat persatuan demi kemajuan sepak bola Indonesia tetap menjadi yang utama.

Meskipun harus menempuh perjalanan jauh selama enam jam di udara, semangat para pemain tidak surut. Mereka siap memberikan kejutan dan membuktikan bahwa talenta dari Papua masih menjadi salah satu yang paling diperhitungkan di kancah sepak bola nasional. (hk/red)

 

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.