Kepala Dindikbud Nilai Wayang Gagrak Porongan di Tulangan Paling Meriah

Rudy Hartono - 1 September 2025
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Tirto Adi menyerahkan gunungan kepada dalang Ki Slamet Darmawan di pembukaan pertunjukan wayang gagrak porongan di Kantor Kecamatan Tulangan, Sabtu (30/8/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

SR, Sidoarjo – Pagelaran Wayang Gagrak Porongan sampai di lokasi keempat. Bertempat di Kantor Kecamatan Tulangan Sidoarjo pada Sabtu (30/8/2025) acara berlangsung meriah.

Kegiatan dibuka dengan tarian remo sekaligus pengumuman juara berbagai lomba Agustusan setempat. Mulai dari lomba karnaval, gerak jalan, hingga lomba RT Asri yang menambah gegap gempita acara.

Hal ini pun mendapat perhatian banyak pihak, salah satunya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Tirto Adi. Ia mengaku salut dan mengapresiasi aktifnya Kecamatan Tulangan memeriahkan bulan Kemerdekaan.

“Saya yakin desa di Kecamatan Tulangan bisa menjadi luar biasa. Saya juga melihat UMKM disini banyak yang jualan dan kelihatannya laku keras jadi ini mampu menggerakan roda ekonomi UMKM,” ucapnya.

Melihat antusias warga, Tirto optimis keguyuban ini juga menular ke budaya, tradisi hingga manuskrip yang tengah menjadi 10 objek prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Tak terkecuali untuk wayang gagrak porongan.

Dalang Ki Slamet Darmawan beraksi dalam pertunjukan wayang gagrak porongan di Kantor Kecamatan Tulangan, Sabtu (30/8/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

“Ini khas Sidoarjo, karena itu syarat menjadi dalang harus ber-KTP Sidoarjo tujuannya menggali potensi kekayaan budaya, menghidupkan seniman di Sidoarjo,” tuturnya.

Terlebih, wayang gagrak porongan adalah kesenian asli Sidoarjo yang terus digencarkan pelestariannya. Seperti yang ditampilkan di Tulangan. Dimana pertunjukan oleh dalang Ki Slamet Darmawan itu membawakan lakon “Putro Pandawa Gugat”.

Bercerita tentang kisah anak-anak Pandawa yang menggugat kepemimpinan orang tuanya sebab kerajaan hanya diisi orang-orang tua tanpa melibatkan generasi muda. “Di sinilah letak tuntunannya. Jadi untuk membangun daerah tidak haNya mengandalkan generasi tua tapi melibatkan generasi muda,” sebutnya.

Mendengar hal ini, Camat Tulangan Asmarahadi mengucapkan terima kasih. Pihaknya merasa terhormat wilayahnya dipilih sebagai salah satu lokasi pementasan wayang gagrak porongan.

Ia pun akan mendukung penuh pelestarian seni dan budaya lokal di wilayahnya. Seperti visi Kecamatan Tulangan yakni Ngayub Ngarah Ngaju. Artinya Tulangan guyub, semarak, dan maju.

“Wayang gagrak porongan itu sangat spesial karena asli budaya kabupaten sidoarjo. Saking spesialnya di Tulangan ini kami boyong di kantor di kecamatan, kami tempatkan di hari yang istimewa resepsi  pawai budaya tulangan pawai itu sendiri,” tuturnya.

“Target kami ada sarangan pasar rakyat tulangan, harapannya ada jualan macam macam, festival seni budaya, dan olahraga, harapannya tiap desa ada, dalam jangka waktu 3-15 tahun ke depan,” pungkasnya. (hk/red)

 

 

 

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.