Kejari Kota Kediri Lakukan Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Penyaluran BPNT

Yovie Wicaksono - 11 January 2022
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kota Kediri  Harry Rahmad, Senin (10/1/2022). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri meningkatkan status perkara dugaan korupsi penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ke tingkat penyidikan. Yang mengejutkan, dugaan kasus korupsi ini diduga melibatkan oknum dari Dinas Sosial Kota Kediri beserta pendamping.

“Penyaluran dana bantuan sosial berupa BPNT yang dilakukan oleh oknum Dinas Sosial Kota Kediri beserta pendamping tahun anggaran 2020-2021,” kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kota Kediri  Harry Rahmad, Senin (10/1/2022). 

Ia mengatakan, adapun modus oknum dari Dinas Sosial tersebut adalah meminta sejumlah uang atau fee kepada supplier yang menyalurkan kebutuhan bahan pokok berupa beras, telur, kacang dan sayur. 

“Dari sejumlah pesanan, dia meminta uang pada setiap kali penyaluran. Yang kita dalami di tahun 2020-2021. Awalnya bulan Agustus sampai dengan September 2021. Penyaluran BPNT seharusnya dilakukan setiap bulan, tapi ada juga yang dirapel hingga  2-3 bulan. Tapi intinya setiap bulan ada penyaluran,” ujarnya.

Harry Rahmad kembali menjelaskan, sebelum kasus ini naik ke status penyidikan, pihaknya telah lebih dulu melakukan gelar perkara.

“Tim berkesimpulan bahwa perkara ini dapat dinaikan ke penyidikan. Untuk oknum dari Dinas dan pendamping masih didalami, belum ada status tersangka dalam perkara ini,” ujarnya. 

Disebutkan, jumlah E-Warung di Kota kediri ada 34. Sementara supplier atau pemasok hanya 3. Dari sejumlah supplier itulah oknum Dinsos meminta fee. 

“Jadi disini bukan kerugian negara tapi fee, jadi ada sejumlah penerimaan uang. Pungli atau istilahnya gratifikasi yang diterima oleh oknum tertentu dari pihak Dinsos atau pun pendamping,” ungkapnya. 

Kejaksaan Negeri Kota Kediri pun berjanji, dalam waktu dekat pihaknya akan segera mengumumkan status tersangka dalam perkara ini. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.