370 Narapidana di Jatim Terima Remisi Natal

Yovie Wicaksono - 26 December 2020
Narapidana yang menerima Remisi Natal. Foto : (Humas Kemenkumham Jatim)

SR, Surabaya – Peringatan Hari Raya Natal 2020 menjadi berkah tersendiri bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) di lingkungan Kanwil Kemenkumham Jatim. Sebanyak 370 WBP berstatus narapidana mendapatkan remisi. Dua diantaranya bisa langsung menghirup udara bebas.

Para narapidana yang mendapatkan remisi natal itu tersebar di 35 lapas/rutan di seluruh Jatim. Lama remisi yang didapatkan bervariasi. 

“Remisi yang diberikan paling lama 2 bulan dan paling rendah 15 hari,” ujar Kakanwil Kemenkumham Jatim, Krismono, Jumat (25/12/2020).

Pria asal Yogyakarta itu mengatakan bahwa karena bersifat khusus, Remisi Natal hanya diberikan kepada narapidana yang beragama Nasrani. Tidak hanya itu, WBP yang berhak mendapatkan remisi harus memenuhi syarat administratif.

“Yang terima remisi ini tercatat berkelakuan baik dan telah menjalani hukuman minimal 6 bulan. Dihitung sejak tanggal penahanan sampai hari raya Natal tahun 2020 ini,” ujarnya.

Selain Natal remisi khusus keagamaan diberikan pada hari Idulfitri, Waisak, Nyepi, dan Imlek. “Pemberian secara simbolis mungkin akan dilakukan beberapa lapas/rutan,” katanya.

Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jatim, Hanibal menambahkan, banyaknya narapidana yang mendapat remisi ini berarti pembinaan dari lapas/rutan jajaran Kemenkumham Jatim semakin baik. Karena, sekaligus menjadi indikator perilaku narapidana yang semakin baik. 

“Bila pembinaan baik, segala jenis potensi kerusuhan bisa ditangkal, Alhamdulillah selama 2020 ini kondisi lapas/rutan di Jatim relatif aman,” urai Hanibal.

Hanibal melanjutkan, remisi ini bukan menunjukkan obral pemotongan masa hukuman. Namun, sesuai dengan semangat pemasyarakatan dengan tujuan agar narapidana cepat kembali ke masyarakat dan keluarganya. “Sehingga mereka bisa menjalani hidup yang lebih baik,” ujaranya.

Besaran remisi yang didapatkan tergantung pada Narapidana yang telah menjalani pidana selama 6-12 bulan memperoleh remisi 15 hari. Sedangkan narapidana yang telah menjalani 12 bulan atau lebih, pada tahun pertama hingga ketiga, memperoleh remisi 1 bulan. Sedangkan pada tahun keempat dan kelima masa pidana memperoleh remisi 1 bulan 15 hari. Dan tahun keenam dan seterusnya mendapat remisi 2 bulan. Remisi tambahan juga bisa diberikan kepada narapidana yang dianggap berjasa kepada negara dan membantu kegiatan dinas di lapas/rutan. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.