Kebakaran Hutan di Turki, Tidak Ada WNI yang Menjadi Korban

Yovie Wicaksono - 1 August 2021
Kebakaran Hutan di Turki. Foto : (AP Photo)

SR, Jakarta – Turki mengalami kebakaran hutan hebat selama 4 hari berturut-turut sejak 28 Juli 2021. Kebakaran pertama kali terjadi di daerah Manavgat, Antalya. 

Panas yang mencapai 45 derajat celcius (5-10 derajat diatas suhu normal) diyakini sebagai penyebab utama. Ditambah dengan angin kencang yang menyebabkan kebakaran menyebar ke provinsi lain seperti Mugla, Mersin, Adana, Osmaniye, Kahramanmaras, Kirikkale, dan Kayseri.

Pada Jumat (30/7/2021) malam, Pemerintah Turki melaporkan kebakaran hutan telah terkendali. Menteri Pertanian dan Kehutanan, Bekir Pakdemirli, menyatakan 57 dari 71 titik kebakaran berhasil dipadamkan. Sejumlah 45 helikopter dan 6 pesawat dikerahkan untuk memadamkan kebakaran. Sejumlah pesawat pemadam kebakaran bantuan pemerintah Rusia, Azerbaijan dan Ukraina juga didatangkan guna mempercepat upaya pemadaman. 

“KBRI Ankara telah melakukan koordinasi dengan Satgas Perlindungan WNI di Turki untuk memantau kondisi WNI di daerah-daerah terdampak. Berdasarkan laporan, tidak ada WNI yang menjadi korban atau terdampak akibat kebakaran hutan tersebut,” ujar pejabat penerangan KBRI Ankara, Raditya Aji Wisnumurti melalui keterangan resminya, Minggu (1/8/2021).

Ia mengatakan, terdapat hampir 6000 WNI di Turki. Sekira 1000 diantaranya tinggal di wilayah-wilayah yang terdampak kebakaran. Mereka sebagian besar bekerja sebagai pekerja spa di hotel di resort-resort wisata yang banyak terdapat di wilayah terdampak kebakaran tersebut. 

Pemerintah Turki menegaskan akan melakukan investigasi penyebab kebakaran hutan, termasuk menyelidiki kemungkinan unsur kesengajaan yang menyebabkan kebakaran hutan. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.