Kantin Kejujuran Sekolah Merugi, Bangun Karakter Siswa Tak Sia-sia
Miskin Dana Tidak Miskin Upaya dan Rencana

Disebutkan out put dari Kurikulum Merdeka adalah projek, sehingga untuk mewujudkannya diperlukan perencanaan, persiapan hingga pelaksanaan. Pada proses itu diperlukan biaya tambahan.
Selain itu, penerapan P5 membutuhkan perubahan sistem dan metode pembelajaran yang berbeda dari kurikulum tradisional, sehingga memerlukan waktu yang cukup lama untuk mempersiapkan dan mengimplementasikannya.
Kendala lainnya adalah kurangnya ketersediaan tenaga pengajar yang kompeten dalam mengajar P5. Hal ini dikarenakan P5 memerlukan tenaga pengajar yang memiliki kompetensi dan keterampilan yang cukup dalam perencanaan, pemilihan, penganggaran, pengelolaan, dan penjaminan mutu pendidikan.
Atas permasalahan itu menurut dosen Universitas Negeri Surabaya itu, bisa dicarikan solusinya. Terkait biaya, maka projek dibuat sesuai kemampuan siswa yang bila dipandang perlu dapat melibatkan orang tua. Diakui ada sekolah yang orang tua siswa berlatar belakang ekonomi menegah atas dan sebaliknya ada sekolah dengan ekonomi orang tua siswa dominan menengah bawah.
“Karena Kurikulum Merdeka dibuat begitu fleksibel maka projek yang diusulkan juga menyesuaikan kemampuan siswa. Jadi, tidak mungkin sekolah menengah ke bawah bikin proyek yang mahal,” kata Ari.
Ditambahkannya, bahwa kurikulum Merdeka ini lebih menuntut effort yang lebih besar kepada guru tenaga pendidik. Disamping guru harus mengembangkan karakter dan bakat siswa-siswinya, guru juga dituntut menjadi fasilitator dan inspirator dalam membuat terobosan projek yang efisien dan juga efektif bagi siswa.
Kolaborasi Pihak Ketiga
Keterbatasan dana dan minimnya jumlah tenaga pendidik dialami SD Dumas. Sekolah swasta yang berlokasi di pinggiran Surabaya di Jalan Dupak Masigit III nomor 1, Jepara, Kecamatan Bubutan Surabaya hanya memiliki dua ruang kelas untuk proses belajar dan mengajar dan satu ruang guru.
Kendati begitu tidak membuat SD Dumas kecil hati. Kepala Sekolah SD Dumas Siti Jaenah lebih mengoptimalkan sumberdaya dari pihak ketiga yang peduli dengan pendidikan siswa. Karena untuk membebani orang tua siswa yang rata-rata ekonomi lemah sudah pasti tidak mungkin dilakukan.
Siswa di SD Dumas semuanya bersekolah gratis. Biaya operasional SD Dumas termasuk gaji guru, sepenuhnya didanai BOS (Bantuan Operasional Sekolah) nasional dan BOS Daerah. Untuk perbaikan sekolah, jika ada kerusakan, SD Dumas dapat bantuan dari Dinas Pendidikan.
Penanaman karakter sebagaimana diinginkan P5, SD Dumas lebih banyak membekali siswa dengan aktivitas keagamaan seperti pembiasaan salat dhuha dan mengaji tilawah. Sekolah dengan jumlah 139 siswa itu hanya memiliki empat guru pengajar dan dua guru ekstrakurikuler.
“Untuk mengetahui progres pendidikan karakter, kami dorong siswa mengikuti ajang lomba baca Al-Quran atau dakwah Pildacil di tingkat kampung,” ungkap Siti Jaenah.
Aktivitas lainnya melibat orangtua dalam kegiatan parenting pada moment Hari Ibu dimana siswa dibimbing untuk bisa mengucap terima kasih kepada orang tua. Selain itu juga pernah kegiatan orang tua dan siswa memilih tokoh idola. “Jadi yang kami pilih adalah kegiatan-kegiatan di dalam gedung kelas,” kata Siti Jaenah.
Penguatan karakter siswa terkait tema Bangunlah Jiwa dan Raganya diisi kegiatan ekstrakurikuler silat, tapak suci, tari, hadrah yang diikuti siswa kelas 1 hingga kelas 6.
Kendati SD Dumas minim pembiayaan, namun pendidikan karakter siswa bisa dibantu oleh pihak ketiga yang peduli dengan pendidikan, antara lain: Komnas Perlindungan Anak, ‘kakak asuh’ dari Universitas di Surabaya, dam perkumpulan mahasiswa Wipos. “Kami menerima dengan terbuka jika ada mahasiswa yang ingin memberikan pembelajaran terkait karakter,” ujarnya.
Beberapa materi yang diberikan ‘kakak asuh’, di antaranya tentang penyuluhan terkait bullying. Menurutnya ini sangat membantu penanaman karakter positif.
Tampilkan Semua
Tags: anggota komisi E DPRD Jatim Sri Untari, erminda simanjuntak universitas widya mandala, Indonesia Emas 2045, kantin kejujuran SDN Kendangsari IV, Program Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), sistem merdeka belajar, Super radio
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





