Penjelasan PGN Soal Suara Ledakan Pipa Gas di Kebomas Gresik

Rudy Hartono - 23 October 2026
Suasana di lokasi ledakan jaringan pipa gas di gang Putat, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

SR, Gresik – Warga Gang Putat, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dikejutkan suara ledakan dari jaringan pipa pada Kamis (22/10/2026) malam.

Suara yang terdengar sekitar tiga detik itu membuat warga keluar rumah. Tidak ada korban dalam kejadian tersebut.

Warga di Gang Putat, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dikagetkan dengan meledaknya jaringan pipa gas. Peristiwa terjadi pada Kamis, 22 Oktober 2026, pukul 23.00 WIB.

Diduga, kebocoran terjadi di dalam galian yang terdapat pipa gas hingga memicu ledakan. Peristiwa ini tidak sampai mengakibatkan korban.

Namun, warga Kampung Gang Putat 1A dan 1B keluar rumah, tepatnya di depan gapura Gang Putat Dalam.

Salah satu warga setempat, Ratna, mengatakan ledakan berlangsung selama kurang lebih tiga detik. Warga yang belum tidur langsung keluar rumah.

“Sangat takut sekali mas saat ada ledakan itu. Brak gitu bunyinya sekitar 3 detik. Warga se kampung keluar rumah. Termasuk saya,” ucap perempuan yang berada di warung kopi dekat lokasi.

Sementara itu, Kanit Polsek Kebomas Ipda Cipto Suciono membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa itu. “Masih penyelidikan, dan tidak ada korban akibat kejadian tersebut,” ujarnya.

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), melalui siaran pers yang diterima Tribun Network, memastikan pipa gas yang mengalami insiden ledakan di kawasan Putat, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, belum dialiri gas bumi.

Pipa tersebut masih dalam tahap pembangunan dan sedang menjalani pengujian menggunakan udara.

Insiden terjadi saat proses pengujian pipa berbahan polyethylene (PE) dengan metode pneumatic test pada Rabu (21/10/2026) malam. PGN menyatakan penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam pemeriksaan lebih lanjut.

Point of Contact PGN Sales and Operation Region III (SOR III) Area Head Surabaya, Arief Nurrachman, menjelaskan bahwa pengujian menggunakan udara merupakan bagian dari tahapan pekerjaan konstruksi jaringan gas bumi.

“Jaringan pipa yang mengalami insiden tersebut masih dalam tahap pembangunan dan belum dialiri gas bumi. Saat kejadian, pekerjaan sedang dalam proses pengujian pipa menggunakan udara atau pneumatic test,” ujarnya, Kamis (22/10/2026).

Arief, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa PGN telah melakukan langkah pengamanan dan penanganan sesuai prosedur yang berlaku. (*/red)

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.