KAI Sesuaikan Rangkaian Jenggala dan Arjonegoro
SR, Surabaya – Guna memastikan kelancaran operasional sekaligus meningkatkan kapasitas angkut bagi masyarakat pengguna transportasi kereta api, KAI Commuter Area 8 Surabaya mengambil langkah adaptif terbaru pada bulan Mei 2026 ini, yakni penyesuaian rangkaian sarana kereta yang beroperasi pada sejumlah rute layanan Commuter Line Jenggala dan Commuter Line Arjonegoro.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan, penyesuaian operasional rangkaian sarana kereta ini diberlakukan sementara waktu. Hal ini terjadi menyusul adanya pelaksanaan program perawatan besar atau konservasi pada armada sarana Kereta Rel Diesel (KRD).
“Agar mobilitas masyarakat tetap terlayani dengan optimal selama proses perawatan berlangsung, KAI Commuter Area 8 Surabaya mengalihkan rangkaian KRD menjadi rangkaian kereta yang ditarik oleh lokomotif dengan formasi Kereta Ekonomi (K3),” jelas Karina dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/5/2026).
Penyesuaian ini menyasar Commuter Line Jenggala relasi Babat/Indro – Surabaya/Mojokerto/Sidoarjo dan Commuter Line Arjonegoro relasi Bojonegoro/Babat – Surabaya/Sidoarjo.
Kapasitas Tempat Duduk Bertambah
Karina menambahkan, pengalihan operasional sarana kereta ini juga dilakukan sebagai upaya peningkatan layanan. Pasalnya, formasi baru ini membawa dampak positif langsung berupa kapasitas tampung operasional kereta yang jauh lebih banyak.
Sebagai perbandingan, untuk sarana KRD seri sebelumnya (KRDI) hanya menyediakan 64 tempat duduk per kereta. Sementara itu, untuk sarana Ekonomi K3 Pengganti, tempat duduk yang tersedia melonjak menjadi 106 tempat duduk per keretanya.
“Jadi jumlah tempat duduk yang disediakan lebih banyak jika dibandingkan dengan sarana KRD yang sebelumnya. Hal ini diharapkan mampu mengakomodasi tingginya minat masyarakat serta memberikan kenyamanan pengguna dalam menggunakan layanan Commuter Line,” tambah Karina.
Selain keunggulan pada daya tampung, sarana Ekonomi K3 ini sekarang juga dilengkapi dengan fasilitas toilet di setiap keretanya. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan penumpang selama berada di dalam perjalanan.
Ketentuan Tiket
Meski terjadi perubahan operasional pada formasi sarana kereta, KAI Commuter memastikan bahwa sistem penjualan tiketnya tetap diatur sesuai dengan ketentuan eksisting yang berlaku.
Adapun untuk okupansi penjualan tiket Commuter Line Arjonegoro ditetapkan sebanyak 120 persen dari kapasitas tempat duduk eksisting. Sementara untuk Commuter Line Jenggala ditetapkan sebanyak 150 persen dari kapasitas tempat duduk eksisting.
Manajemen KAI Commuter menegaskan, penyesuaian ini bersifat sementara. Proses perawatan besar sarana KRD dilakukan secara terukur dan penuh ketelitian demi menjamin keselamatan aspek pengereman serta teknis lainnya saat armada kembali siap beroperasi penuh kelak.
Di akhir keterangannya, KAI Commuter terus mengimbau seluruh pengguna untuk merencanakan perjalanan mereka dengan baik.
Masyarakat disarankan untuk memesan tiket secara daring menggunakan aplikasi Access by KAI yang sudah bisa diakses mulai H-7 keberangkatan guna memastikan ketersediaan tempat duduk.
“Kami juga mengingatkan pengguna untuk senantiasa menjaga barang bawaan dan mendampingi putra-putri selama dalam perjalanan,” tandas Karina. (*/red)
Tags: aplikasi Access by KAI, Commuter Line Arjonegoro, Commuter Line Jenggala, kapasitas kereta ekonomi K3, perawatan KRD Surabaya
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





