Banyak Terima Aduan Siswa Tidak Mampu, Achmad Hidayat Dorong Peran Komite Sekolah

Yovie Wicaksono - 5 April 2021
Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan, Achmad Hidayat. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan, Achmad Hidayat mengaku hampir setiap hari menerima pengaduan wali murid terkait biaya pendidikan yang dinilai terlalu berat seperti SPP, seragam, uang gedung hingga biaya daftar ulang. Terlebih di tengah pandemi Covid-19, banyak pendapatan dari orang tua murid yang menurun atau bahkan hingga di PHK dari tempat kerja.

Ia berharap, Komite Sekolah bisa menjembatani permasalahan tersebut, sehingga para siswa tetap bisa mendapatkan hak mendapatkan pendidikan tanpa terkendala persoalan biaya.

“Saya berharap di sekolah kan ada Komite yang bisa menjembatani permasalahan siswa, kalau ada yang keberatan bayar SPP tapi punya niat belajar terus dilarang mengikuti ujian kan kasihan. Sayang sekali karena sudah mematahkan semangat belajar siswa,” ujar Achmad kepada Super Radio, Senin (5/4/2021).

Ia mengatakan, permasalahan tersebut rerata terjadi di jenjang pendidikan menengah kejuruan (SMK). Dalam hal itu pernah ditemui salah satu SMK swasta di Surabaya Timur dan Pusat yang meminta siswanya tidak boleh mengikuti ujian karena belum membayar tunggakan SPP.

“Hal seperti ini seharusnya tidak perlu terjadi, rata – rata jenjang pendidikan menengah Kejuruan. Sampai saat ini belum ada aturan tegas yang melindungi hak – hak siswa khususnya yang tidak mampu,” jelasnya.

Ia mencontohkan sekolah jenjang SD dan SMP yang berada dibawah pengelolaan Dinas Pendidikan Kota Surabaya bisa tertangani dengan baik karena ada Mitra Warga, bantuan biaya personal dan keringanan bagi warga tidak mampu.

“Peran serta Komite Sekolah tidak bisa dilepaskan untuk dapat menjamin partisipasi peserta didik dari yang mampu hingga tidak mampu mendapatkan akses pendidikan yang baik,” tandasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.