Jelang Pilkada 2020, Difabel Malang Antusias Ikuti Sosialisasi dan Simulasi Pencoblosan

Yovie Wicaksono - 1 December 2020
Sosialisasi dan simulasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Malang Tahun 2020 di Balai Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Senin (30/11/2020). Foto : (Istimewa)

SR, Malang – KPU Kabupaten Malang melalui PPK Lawang bekerjasama dengan organisasi difabel penggerak inklusi Lingkar Sosial Indonesia (Linksos) mengadakan sosialisasi dan simulasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Malang Tahun 2020 di Balai Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Senin (30/11/2020).

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan pemberian pendidikan pemilihan khususnya bagi penyandang disabilitas atau difabel di Kecamatan Lawang.

Tujuan ini termuat dalam surat nomor 001/3507/PPK-LWG/IX/2020 Tentang Kerjasama PPK Lawang dan Lingkar Sosial Indonesia dalam kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Difabel Menuju Pilkada Inklusi di Kecamatan Lawang.

Sosialisasi dan simulasi ini melibatkan lintas sektor, dihadiri berbagai pihak terkait masalah disabilitas, diantaranya Muspika Lawang, Puskesmas Lawang, Posyandu Disabilitas, SLB Bedali, serta Panti Karya Asih Lawang.

Ketua Linksos, Kertaning Tyas mengatakan, meski di masa pandemi dengan jumlah peserta dibatasi, masyarakat nampak antusias mengikuti sosialisasi ini. Ada sekira 50 orang penyandang disabilitas beserta para pendamping hadir dalam kegiatan tersebut

“Antusiasme ini seakan menangkis stigma selama ini bahwa difabel sulit diajak kegiatan yang berkaitan dengan Pemilu,” ujar Kertaning Tyas.

Proses demi proses dilalui dengan tertib, mulai dari arahan KPU Kabupaten Malang tentang prosedur pemilu, serta simulasi pencoblosan di TPS.

Saat simulasi pencoblosan, secara perwakilan ragam disabilitas fisik, intelektual, mental dan sensorik, meliputi tuli dan netra bergantian mempraktekkan mencoblos di TPS. Pada sesi ini, panitia dari PPK Lawang nampak kesulitan berinteraksi dengan penyandang disabilitas, sebab keterbatasan pengetahuan tentang etika berinteraksi, khususnya dengan tuli dan netra.

Merespon hal ini, Kader Posyandu Disabilitas yang telah terdidik dan terlatih tentang etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas, berperan aktif membimbing para penyandang disabilitas mulai dari meja pendaftaran, ruang antri, bilik pencoblosan, memasukkan surat suara ke kotak, hingga menandai jari dengan tinta.

Kegiatan simulasi dan sosialisasi kali ini dinilai penting bagi kedua belah pihak, baik dari Lingkar Sosial maupun PPK Lawang.

“Dari Lingkar Sosial mendapatkan manfaat warga disabilitas mendapatkan pengetahuan soal Pemilu, sedangkan bagi PPK Lawang mendapatkan pengetahuan tentang disabilitas, khususnya etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas,” ujar pria yang akrab disapa Ken ini.

Melalui kegiatan ini, Ken berharap, pada kesempatan Pemilu berikutnya, kesadaran disabilitas (disability awareness) ditetapkan sebagai materi bimtek oleh KPU dan Bawaslu.

“Materi kesadaran disabilitas itu meliputi hak-hak penyandang disabilitas, ragam disabilitas, etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas, serta praktik dasar bahasa isyarat Indonesia,” tandasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.