Jelang Libur Panjang, Daop 8 Imbau Calon Penumpang Wajib Tes Cepat Covid-19

Yovie Wicaksono - 27 October 2020
Ilustrasi. Suasana di Stasiun Surabaya Gubeng, Kamis (19/3/2020). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira).

SR, Surabaya – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 mengimbau calon penumpang KA jarak menengah/jauh yang hendak menikmati libur panjang untuk melakukan tes cepat Covid-19 pada H-1 sebelum jadwal keberangkatan.  

Imbauan tersebut disampaikan seiring dengan tingginya lonjakan jumlah pemesanan tiket KA jarak menengah/jauh menjelang libur panjang akhir Oktober 2020 ini.

Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto mengatakan, pihaknya tidak menyarankan calon penumpang datang tiga jam sebelum keberangkatan untuk melakukan tes cepat Covid-19 di stasiun. “Ini bisa mengganggu kelancaran perjalanan penumpang, karena resikonya bisa tertinggal kereta karena antrean tes cepat Covid-19 yang cukup padat,” ujarnya, Selasa (27/10/2020). 

Penerapan protokol kesehatan ketat masih diberlakukan PT KAI untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Masyarakat yang akan naik KA jarak menengah/jauh harus dalam kondisi sehat, bermasker, menggunakan baju lengan panjang, dan menunjukkan surat bebas Covid-19 (Tes PCR/tes cepat) yang masih berlaku.

Di area Daop 8 Surabaya, layanan tes cepat Covid-19 dengan tarif Rp85.000 terdapat di 5 stasiun besar yaitu Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, Sidoarjo, Mojokerto dan Malang. Jam operasional layanan tersebut rata-rata pukul 07.00 – 19.00 WIB.

Pelanggan yang berhak melakukan tes cepat Covid-19 di stasiun ini, diharuskan memiliki kode booking tiket KA jarak menengah/jauh. Dimana sebelumnya, calon penumpang tersebut mengambil nomor antrian di Customer Service Stasiun.

Penyediaan layanan tes cepat Covid-19 di stasiun sendiri merupakan bentuk peningkatan pelayanan KAI dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat pada transportasi kereta api. 

“Sesuai protokol kesehatan, bagi calon penumpang yang kedapatan reaktif pada saat tes cepat Covid-19, tidak diperkenankan melakukan perjalanan KA,” ujarnya.

Mereka yang gagal berangkat itu bea tiketnya akan dikembalikan 100 persen. Pihaknya juga akan menyarankan calon penumpang yang bersangkutan agar melakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.