Desil Tak Sesuai 1.500 Warga Lumajang Minta Update Data
SR, Lumajang – Sebanyak 1.500 warga di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengajukan pemutakhiran data kesejahteraan sosial atau desil. Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Lumajang, Indriono Krishna Murti, menyebut bahwa ada 1.500 warga yang mengajukan keberatan desil melalui pemerintah desa.
“Sampai saat ini, pemerintah daerah melalui Dinsos (Dinas Sosial) sudah mengusulkan 1.500 warga untuk dilakukan pemutakhiran ulang,” kata Indriono Kamis (3/9/2026).
Jumlah itu, menurut Indriono, belum termasuk masyarakat yang mengajukan pemutakhiran secara mandiri melalui aplikasi.
Menurut dia, usulan masyarakat secara mandiri langsung masuk ke pemerintah pusat dan tidak tercatat dalam jumlah usulan yang diajukan Pemkab Lumajang.
Indriono mengaku, tidak mendapatkan data rinci terkait berapa warga Lumajang yang mengalami perubahan desil.
“Memang kita tidak bisa mendeteksi berapa jumlah yang berubah desilnya. Secara aplikasinya tidak memunculkan itu, jadi kami buka peluang untuk warga mengajukan sanggahan apabila dirasa desilnya tidak sesuai dengan kondisi ekonomi mereka,” ujarnya.
Secara teknis, saat warga mengajukan sanggahan melalui pemerintah desa. Lalu, petugas pendamping dari Dinsos akan melakukan verifikasi lapangan ke masing-masing warga yang keberatan.
“Ketika ada pengusulan, kemudian kita masuk ke aplikasinya teman-teman petugas lapangan, pendamping. Terus teman-teman lakukan verifal di lapangan,” katanya. (*/red)
Tags: DInas Sosial, sanggah desil, superradio.id, warga lumajang
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





