Persatuan Gereja Pantekosta Perluas Akses Beasiswa
SR, Surabaya – Persatuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Nasional memperluas akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari jaringan gereja PGPI. Salah satunya menjalin kerja sama dengan Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya.
Salah satu fokus kerja sama adalah pemberian beasiswa bagi calon mahasiswa yang dinilai memiliki potensi akademik dan karakter yang baik. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UK Petra dan PGPI di kampus UK Petra, Jumat (4/9/2026).
Ketua Umum PGPI Jason Balompapueng mengatakan, jaringan gereja Pentakosta tersebar luas hingga daerah-daerah. Kondisi tersebut membuat masih ada anak-anak dengan potensi besar yang belum memperoleh kesempatan pendidikan tinggi secara memadai.
“Pokoknya kita ada kurang lebih ada 53.000 gereja lebih. Jadi hitung-hitung hampir setiap desa itu ada gereja,” kata Jason.
Menurutnya, keberadaan gereja yang banyak berada di wilayah perdesaan juga menghadirkan tantangan dalam akses pendidikan. Tidak sedikit anak jemaat yang memiliki kemampuan, tetapi belum tersentuh kesempatan pendidikan yang lebih baik.
“Maka banyak anak-anak mereka yang sebenarnya mungkin bibit-bibit unggul itu tapi tidak tersentuh,” ujarnya.
Jason menilai kerja sama dengan UK Petra dapat menjadi momentum untuk membuka peluang tersebut. Ia menyebut pendidikan memiliki posisi penting dalam menyiapkan generasi yang mampu berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.
“Ini akan merupakan sebuah era baru dan lompatan bagi kita aliran Pentegostok supaya anak-anak kita bisa mendapatkan pendidikan yang lebih layak,” katanya.
Ia menambahkan, gereja tetap memiliki peran dalam memastikan calon penerima beasiswa mempunyai integritas dan karakter yang baik. Sementara aspek akademik dan pendidikan selanjutnya menjadi bagian yang ditangani perguruan tinggi.
“Mungkin kalau gereja tentu seleksi yang ada tentu soal integritas, karakter, kasih, kerukunan, kebersamaan. Tentu selebihnya itu tentu bahagian daripada universitasnya,” tutur Jason.
Rektor UK Petra Rolly Intan mengatakan, pihaknya terbuka memberikan kesempatan kepada anak-anak dari daerah yang memiliki potensi untuk mendapatkan pendidikan di UK Petra. Menurutnya, kampus tidak menetapkan kuota secara kaku dalam menerima mahasiswa melalui skema tersebut.
“Di Petra sendiri kami tidak meng-set up ada sebuah kuota tertentu. Dalam arti begitu ada kesempatan. Bagi kami sebetulnya begini. Kalau ada kesempatan ada anak-anak yang bagus ya yang baik begitu ya. Justru itu adalah berkat bagi UK Petra untuk mendidik mereka,” ujar Rolly.
Kerja sama UK Petra dan PGPI tidak hanya mencakup beasiswa. Kedua pihak juga membuka kolaborasi dalam penguatan kapasitas masing-masing, termasuk pembekalan holistik dan kerohanian bagi sivitas akademika UK Petra serta pelatihan tata kelola manajemen institusi bagi PGPI.
Dalam pelaksanaan program beasiswa, PGPI akan membentuk komite seleksi untuk menjaring calon penerima dari jaringan gereja. UK Petra akan terlibat dalam proses seleksi, terutama untuk memastikan calon mahasiswa memenuhi standar akademik dan integritas yang ditetapkan universitas.
Kerja sama ini diharapkan dapat memperluas kesempatan anak-anak dari berbagai daerah untuk memperoleh pendidikan tinggi sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi di bidang masing-masing bagi masyarakat dan bangsa. (*/rri/red)
Tags: beasiswa, gereja, pgpi, superradio.id, uk petra
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





