Jelang Lebaran, Tahu Kuning Khas Kediri Banjir Pesanan

Yovie Wicaksono - 26 May 2019
Proses produksi tahu kuning, oleh-oleh khas Kediri. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2019, makanan khas oleh-oleh Kediri seperti tahu kuning dan stik tahu banjir pesanan.

Mulai ramainya pemesanan makanan berbahan dasar kedelai tersebut terlihat di salah satu sentra pengrajin tahu di wilayah Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur.

Putri dari pemilik usaha pengrajin tahu, Purborini (28), mengatakan tujuh hari mendekati (H-7) lebaran pesanan tahu mengalami peningkatan cukup signifikan.

Jika pada hari biasa ia biasa melayani pemesanan mencapai 4 ribu tahu per hari, namun ketika H-7 lebaran pesanan diperkirakan mencapai 6-7 ribu tahu per hari.

“Biasanya kalau 7 hari menjelang lebaran PNS mulai libur dan banyak pelanggan datang kemari untuk memesan tahu kuning dan stik tahu. Setiap harinya kita bisa memproduksi  6 sampai 7 ribu tahu,” ujar Purborini, Minggu (26/5/2019).

Satu besek (tempat meletakkan tahu yang terbuat dari anyaman) berisi 10 tahu, biasa dijual ke pedagang atau pelanggan seharga Rp 13 ribu. Kemudian oleh pedagang, tahu tersebut dijual kembali ke konsumen dengan harga bervariatif.

Tahu buatan Purborini banyak didatangi pelanggan maupun pedagang setiap harinya. Pelanggan yang datang bukan hanya dari Kediri, melainkan juga dari luar kota diantaranya Surabaya, Madiun, Madura bahkan dari Jakarta.

“Banyak pelanggan yang langsung datang kesini, beli tahu  dibawa pulang untuk oleh-oleh. Mereka terutama dari Surabaya, Madura, Madiun bahkan dari Jakarta sekalipun,” ujarnya.

Bahan yang dipergunakan untuk memasak tanpa menggunakan campuran pengawet, oleh sebab itu ketika tahu diletakkan di tempat terbuka hanya bisa bertahan sampai tiga hari. Jika ditempatkan ke dalam tempat pendingin, bisa bertahan hingga lima hari.

“Jika di suhu ruang bisa bertahan tiga hari, tapi kalau ditaruh di dalam kulkas bisa agak lama hingga lima hari,” ujar anak kedua dari pemilik usaha Marfuah.

Purborini mengaku, untuk harga bahan dasar membuat tahu kuning dan stik tahu saat ini masih cenderung stabil dan tidak ada kenaikan harga. Perubahan harga hanya terjadi pada anyaman besek yang didatangkan dari Trenggalek, Jawa Timur, seharga seribu rupiah per beseknya.

“Anyaman besek, kita tidak ambil untung,  kita jual langsung ke konsumen seharga seribu rupiah. Itu kalau pembeli mau, dibungkus pakai besek. Kalau dibungkus pakai plastik juga tidak apa-apa,” tandasnya. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.