Jambore Pramuka SLB Surabaya Latih Kekompakan dan Kemandirian ABK
SR, Surabaya – Jambore Pramuka Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Rabu (22/10/2025) bertempat di Kwarcab Surabaya, Jl Karah Agung Jambangan. Jambore diikuti 38 lembaga pendidikan khusus dari berbagai wilayah Surabaya.
Para peserta didik dilatih membuat tandu dan praktik simpul tali yang merupakan keterampilan dasar kepramukaan. Pelatihan dan praktik dirancang agar peserta didik bisa kerja sama dan kompak.

Para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka praktek dalam grup dengan didampingi para pembina dan relawan, memastikan keamanan berkegiatan.
Salah seorang guru pendamping, Askim, mengaku kagum sekaligus terharu melihat antusias dan keaktifan siswa SLB bekerja. Meski ada keterbatasan namun mereka bisa menyelesaikan setiap tugas sesuai waktu yang ditetapkan.

“Saya perhatikan ada siswa disabilitas rungu, meski tidak bisa mendengar, anak ini sangat cepat memahami instruksi visual dan tangkas luar biasa membuat tandu dan simpul tali. Ini bukti bahwa keterbatasan bukan halangan,” ungkap guru pendamping dari SLB Karya Bakti.
Ketua Pelaksana Jambore M. Ali Muhaidhori menjelaskan kegiatan ini bertujuan membangun rasa percaya diri dan kemampuan sosial anak-anak berkebutuhan khusus. “Kami ingin anak-anak SLB merasakan pengalaman Pramuka yang sesungguhnya, dengan semangat kebersamaan dan kemandirian,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SLB Kota Surabaya, Ita, sangat mendukung kegiatan jambore ini lantaran dapat meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, dan optimistis siswa ABK. Dia berharap pemerintah daerah ikut memberi dukungan siswa ABK dalam bentuk program, pendanaan, atau fasilitas.
“Kegiatan inklusif seperti jambore ini amat bermanfaat bagi siswa ABK. Kami berharap pemerintah lebih serius mendukung masa depan anak-anak SLB, bukan hanya dalam pendidikan formal akademis saja, tapi juga kegiatan yang melatih anak seperti ini,” cetusnya.

Ditambahkan Ita, anak-anak SLB memiliki potensi besar yang sering kali terabaikan karena minimnya ruang ekspresi dan kegiatan sosial yang inklusif. Jambore itu menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
“Kegiatan seperti ini bisa menjadi wadah strategis untuk membentuk karakter dan rasa percaya diri mereka. Dengan semangat Pramuka, anak-anak SLB menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya dan berkontribusi bagi bangsa,” pungkasnya. (js/red)
Tags: anak berkebutuhan khusus, jambore, kwarcab., pramuka
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





