Isu Telur Dioxin, Pengusaha Bakery Merugi

Yovie Wicaksono - 23 November 2019
Ketua Umum Himpunan Pengusaha Bakery Indonesia (HIPBI), M.H. Sholeh (tengah) menegaskan, roti hasil produksi HIPBI dijamin aman. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Menanggapi beredarnya isu telur mengandung dioxin di Desa Bangun, Kabupaten Mojokerto dan Desa Tropodo, Kabupaten Sidoarjo, Himpunan Pengusaha Bakery Indonesia (HIPBI) meminta seluruh pihak terkait untuk meluruskan informasi tersebut.

Ketua Umum Himpunan Pengusaha Bakery Indonesia (HIPBI), M.H. Sholeh mengatakan, hasil penelitian terkait telur mengandung dioxin harus dipertanggungjawabkan dengan cara menjelaskan secara detail dan akurat kepada masyarakat.

Terlebih, isu tersebut sangat meresahkan dan merugikan para pengusaha bakery,  karena setiap hari para pengusaha bakery membutuhkan telur ayam dalam jumlah yang sangat besar.

“Karena isu tersebut membuat ada sedikit penurunan omzet. Sebelum ini menjadi hal yang lebih meresahkan lagi, hasil penelitian tersebut harus lebih detail dan akurat¬† lagi disampaikan kepada masyarakat,” ujar Sholeh dalam konferensi pers, di Surabaya, Sabtu (23/11/2019).

Sholeh mengatakan, dalam satu hari para pengusaha bakery kecil membutuhkan 10 hingga 100 kilogram telur yang dipasok dari beberapa daerah, diantaranya Sidoarjo dan Tulungagung.

Adanya isu tersebut, mengakibatkan beberapa pengusaha bakery asal Surabaya mengalami penurunan omzet mencapai 20-40 persen per hari.

“Kalau saya pribadi, sehari kita jual 800-900 pcs sehari, dengan ada isu ini daripada kita sisanya banyak, produksi kita cuman 600. Sebentar lagi kan ada tahun baru, natal, nah jangan sampai masyarakat ini resah,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta pemerintah untuk merespon dengan sigap tentang kondisi yang simpang siur dengan solusi konkrit.

“Pemerintah harus turun tangan dengan terjun lapangan ke seluruh peternak telur di wilayah negeri ini. Sehingga kami dari Pengusaha Bakery mendapat jaminan kepastian produk yang benar-benar bersih untuk diolah dan dikonsumsi,” ujarnya.

Sekedar informasi, sekitar 50 pengusaha bakery dari wilayah Jawa Timur dan Bandung tergabung dalam HIPBI. Pihaknya menegaskan, roti hasil produksi HIPBI dijamin aman. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.