Legislator Banteng Jember Patungan Suplai Telur bagi Keluarga Stunting
SR, Jember – Delapan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember patungan dana untuk mengatasi keluarga stunting. Teknisnya masing-masing legislator yang saat ini duduk di tiap-tiap komisi DPRD Jember itu menggandeng toko kelontong.
Dimodali Rp 150.000, untuk jangka waktu lima sampai dengan tujuh hari para toko kelontong itu berkewajiban menyediakan beberapa butir telur agar dapat dikonsumsi keluarga stunting.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan kabupaten setempat, Edi Cahyo Purnomo (ECP) Kamis (8/1/2026) mengatakan, suplai protein berupa telur diharapkan dapat membuat anak yang terindikasi atau rawan stunting bisa dientaskan secara bertahap.
Bahkan Tak hanya memberikan insentif stunting, para anggota Fraksi PDIP memantau perkembangan anak di masing-masing keluarga beberapa bulan kemudian.
“Kita pantau bagaimana berat tubuh anak yang kemarin mengalami stunting atau berat badan kurang. Kami kontrol terus di posyandu. Alhamdulillah terakhir kami lihat kemarin ada kenaikan berat badan,” ucapnya.
Pihaknya menyadari program tersebut tidak bisa menggantikan peran pemerintah. Namun harapannya, kepedulian legislator PDI Perjuangan Jember dapat mewujudkan bukti konkret keberpihakan pada rakyat dan bisa dicontoh pemerintah.
“Kami mendorong agar hal ini bisa dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember,” imbuh Edi.
Program ini, tambah dia, selain berdampak pada penanganan tengkes atau stunting, juga bermanfaat pada penguatan ekonomi kerakyatan.
“Toko kelontong di wilayah yang digandeng untuk membantu penanganan stunting secara ekonomi mampu meningkatkan usahanya,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui, berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, angka prevalensi tengkes di Kabupaten Jember masih mencapai 30,3 persen. Dan jika dikonversikan sama artinya tiga dari sepuluh balita mengalami gangguan tumbuh kembang. (*/red)
Tags: jember, Legislator, pdip, stunting, superradio.id, telur
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





