Rilis Mini Album Perdana, AIRSub Ajak Galau Lebih Berkelas

Rudy Hartono - 26 October 2025
Gitaris sekaligus vokalis AIRSub, Ananda Maulana Ikhsany dan Lead Vocal dan Mini Percussion AIR Sub, Dhia Irfan Mahdi bersama penyia Diva Delima saat talkshow di Super Radio, Sabtu (25/10/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

SR, Surabaya – Kancah musik Indonesia kembali kedatangan talenta berbakat dari Surabaya. Kali ini Band indie AIRSub hadir menawarkan nuansa baru dalam menikmati masa galau jadi lebih berkelas.

Lewat mini album bertajuk 90 Days of Aurora, AIRSub berhasil mengubah nuansa galau yang menye-menye menjadi lebih edgy. trio beranggotakan Ananda Maulana Ikhsany, Dhia Irfan Mahdi, dan Raditya Mahendra itu membawa ciri khas musik rock and roll, blues, grunge, blues, pop dan alternatif tahun 60-90an yang dikemas secara akustik.

Gitaris sekaligus vokalis AIRSub, Ananda Maulana Ikhsany menyebut, total 4 lagu dan 1 bonus track full bahasa inggris hadir membawa nuansa lengkap  perjalanan asmara yang hanya bertahan 90 hari. Dimulai dengan lagu With You Love yang menceritakan perjalanan jauh sang pria menemui pujaan hati.

Lalu berlanjut ke single Betrayed, 90 Days of Aurora, dan berakhir di single Bloody Tuesday yang menceritakan akhir perjalanan asmara sang pria yang diwarnai pengkhianatan. Ditambah bonus track Ansteemn yang berisi instrumen gabungan seluruh lagu AIRSub.

Gitaris sekaligus vokalis AIRSub, Ananda Maulana Ikhsany dan Lead Vocal dan Mini Percussion AIR Sub, Dhia Irfan Mahdi bersama penyia Diva Delima saat talkshow di Super Radio, Sabtu (25/10/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

“Jadi tentang bagaimana pertemuan senang-senangnya mereka, lalu lagu kedua tentang penghianatan berawal, lagu ketiga move on dan lagu keempat gimana si laki-laki ini gagal move on dan depresi memikirkan kegagalan yang kita lalui,” ujarnya saat talkshow di Super Radio, Sabtu (25/10/2025).

Pria yang akrab disapa Nando itu menjelaskan, ide awal mereka bermula dari kejenuhannya mendengar lagu-lagu galau yang dibawakan sesama musisi pada live musik diluar sana. Hingga muncullah ide membuat karya sendiri dengan paduan nuansa nostalgia era The Beatles yang dipadukan grunge akustik.

Menemani kisah percintaan pendengar, dari fase jatuh cinta hingga berdamai dengan perpisahan yang dikemas unik.

“Pesan untuk pendengar yang relate sama lagu kita, semoga lagunya yang kita ciptakan  bisa mewakili kesedihan dan patah hati kalian, semoga bisa cepat move on. Tujuan awalnya kita buat bantu temen temen perjalanan move on nya,” sebutnya.

Hal serupa disampaikan Lead Vocal dan Mini Percussion AIR Sub, Dhia Irfan Mahdi. Meski full bahasa asing,  band yang terbentuk sejak 17 Juili 2023 itu mengaku optimis musik-musik mereka mampu menemukan pangsa pasarnya sendiri. Ditambah dengan trend lagu saat ini yang mulai banyak berbahasa inggris lainnya.

“Target pasarnya memang lebih sulit, tapi ga minder juga kok, jadi yang lebih penting bagaimana komposisi dan mentahan lagunya enak, kita percaya akan menemukan pasarnya sendiri,” tuturnya. (hk/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.