Hasil Pemetaan Bawaslu Mengenai TPS Rawan

Yovie Wicaksono - 16 April 2019
Ilustrasi. Foto : (Merdeka)

SR, Surabaya – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur melakukan pemetaan Tempat Pemungutan Suara (TPS) rawan sebagai upaya terakhir dalam mencegah terjadinya pelanggaran dalam tahapan pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2019, yang akan digelar pada Rabu (17/4/2019).

Berdasarkan Laporan Identifikasi TPS Rawan dari Bawaslu di 38 Kabupaten/Kota Jawa Timur mulai 6 – 12 April 2019, sebanyak 691 TPS diketahui pada waktu Kampanye terdapat pemberian uang atau barang oleh peserta pemilu atau pelaksana kampanye kepada peserta kampanye, sekitar 0.53 persen dari 130.010 jumlah TPS di Jawa Timur.

Daerah tertinggi TPS yang terdapat pemberian uang atau barang berada di kawasan Magetan yakni sekitar 152 TPS, Banyuwangi 107 TPS, Probolinggo 77 TPS, Sumenep 70 TPS, dan Kediri 61 TPS.

Melansir keterangan resmi yang diberikan Bawaslu, pihaknya akan memastikan, pada saat sebelum dan pada waktu pemungutan hingga penghitungan suara, tidak terulang kembali pemberian uang atau barang oleh peserta pemilu kepada pemilih, sehingga mempengaruhi pilihan pemilih dalam menggunkan hak pilihnya.

Bawaslu juga melakukan koordinasi dengan KPPS, Kepolisian, Linmas dan Tokoh masyarakat dalam mencegah terjadinya politik uang pada masa tenang, pemungutan, hingga penghitungan suara.

Selain itu, hasil identifikasi pada indikator ini, sejumlah 123 TPS ditemukan terdapat pemilih yang menggunakan isu-isu SARA dalam Kampanye Pemilu 2019 atau sekitar 0.09 persen dari 130.010 jumlah TPS di Jawa Timur.

Daerah tertinggi TPS yang terdapat pemilih yang menggunakan isu-isu SARA dalam Kampanye Pemilu 2019 ini berada di kawasan Probolinggo yakni sebanyak 34 TPS, Kediri 20 TPS, Pasuruan 12 TPS, Tulungagung dan Tuban masing-masing 8 TPS.

Isu-isu seperti ini tentunya dapat mengurangi nilai demokratis dalam Pemilu, Bawaslu melaporkan pada masa tenang, terdapat Pemilih yang menggunakan isu SARA dalam mempengaruhi pilihan pemilih.

Dengan adanya identifikasi ini Bawaslu memaksimalkan fungsi pencegahan ditiap tingkatan dengan melakukan Patroli Pengawasan pada TPS hasil identifikasi rawan, hal ini dilakukan selama masa tenang, yakni 14 – 16 April 2019.

Jajaran Bawaslu juga mengajak semua elemen bangsa baik itu Kepolisian, Pemantau Pemilu, Tokoh Masyrarakat atau Masyrakat umum, untuk melakukan penggawasan bersama-sama, demi mencegah dan meminimalisir potensi kecurangan pada masa tenang. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.