Hari Pertama Larangan Mudik, Terminal Purabaya Sepi Penumpang

Yovie Wicaksono - 7 May 2021
Suasana Terminal Purabaya pada hari pertama penerapan larangan mudik, Kamis (6/5/2021). Foto : (Super Radio/Nirwasita Gantari)

SR, Sidoarjo – Hari pertama penerapan larangan mudik, suasana Terminal Purabaya terpantau lengang. Terminal yang sebelumnya ramai kini hanya terlihat beberapa bus saja di area keberangkatan.

Sejumlah sopir bus pun memilih menjemput penumpang karena sepi. Salah satunya adalah Agus Slamet. Pria yang tergabung dalam paguyuban Terminal Purabaya ini, mengeluhkan sulitnya mencari penumpang. 

“Ini tidak ada penumpang sama sekali, kesusahan sekali cari penumpang, sulit cari duit. Mulai kosong nya  per hari ini,” ujarnya saat ditemui Super Radio, Kamis (6/5/2021).

Kepala Sub Unit Terminal Purabaya, Imam Hidayat mengatakan, di hari pertama pemberlakuan larangan mudik, jumlah penumpang di tiap bus terlihat hanya mencapai 5 orang saja, “Menurun drastis, saat ini satu bus itu rata-rata hanya 5 orang, sangat menurun dibanding sebelum hari raya total biasanya 8000 orang,” katanya.

Imam menjelaskan bahwa ada perubahan aturan terkait bus yang diperbolehkan beroperasi. Dimana saat ini bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) telah diperbolehkan mengangkut penumpang non mudik jika dilengkapi dengan stiker dari Dinas Perhubungan Jawa Timur (Jatim).

“Setelah rapat kemarin ada perubahan, jadi AKDP yang boleh beroperasi itu yang memakai stiker, AKDP stikernya dikeluarkan Dinas Perhubungan Jawa Timur, kalau AKAP stikernya dikeluarkan Kementerian Perhubungan,” ucapnya.

Imam menyebut, pengangkutan penumpang non mudik ini juga dilakukan dengan ketat. Pihaknya akan mengecek kelengkapan surat-surat penunjang.

“Untuk penumpang harus sesuai protokol kesehatan. Harus membawa surat negatif antigen, genose, atau swab, ditambah dengan surat kalau ASN surat dari perusahaan, kalau TNI/POLRI dari pimpinan, kalau masyarakat umum dilengkapi surat stempel basah dari RT/RW kelurahan,” imbuhnya.

“Pemeriksaan kita sesuai protokol di ruang tunggu, yang penting syarat-syarat ini. Mungkin nanti dari kru ada pemeriksaan diatas atau disamping, pasti ada pemeriksaan diatas kalau tidak ada kita suruh keluar,” ucapnya.

Imam juga mengimbau masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dan tidak mudik terlebih dahulu.

“Harapan saya ya kembali normal Covid-19 hilang dari bumi Pertiwi ini. Saya juga mengimbau masyarakat untuk protokol kesehatan terutama jangan mudik dulu,” pungkasnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.