Hari Keempat Larangan Mudik, Begini Kondisi Titik Penyekatan di Bundaran Waru

Yovie Wicaksono - 10 May 2021
Petugas kepolisian memeriksa kelengkapan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) pengendara di Bundaran Waru, Senin (10/5/2021). Foto : (Super Radio/Hamidia Kurnia)

SR, Surabaya – Larangan mudik lebaran telah berlaku sejak 6 Mei hingga 17 Mei mendatang. Beberapa titik penyekatan di Surabaya juga diperketat, salah satunya di Bundaran Waru. Tim petugas yang terdiri dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan (Dishub), Perlindungan Masyarakat (Linmas), Satpol PP kecamatan/kota, serta Tenaga Kesehatan berjaga di perbatasan kota Pahlawan itu. 

Inspektur Polisi Dua (Ipda) Nurwayah selaku Kepala Pos Pengamanan (Kapospam) dari Polsek Gayungan mengatakan, hari keempat pemberlakuan larangan mudik, kendaraan yang diminta putar balik ke daerah asal didominasi plat AE dan plat B. 

“Untuk peningkatan kendaraan yang diputar balik tidak ada, malah cenderung menurun. Roda dua itu tiap hari tidak banyak karena semua sudah tertib, semua sudah bisa menunjukan surat penunjang seperti Surat Izin Keluar Masuk (SIKM), jadi satu hari itu ya kira-kira 50 kendaraan dan roda empat untuk satu hari mungkin cuma 4-5 kendaraan,” ujar Ipda Nurwayah kepada Super Radio, Senin (10/5/2021). 

Selain memperhatikan plat pengemudi, pihaknya juga terus memantau gerak gerik pengendara yang dinilai mencurigakan dan terindikasi sebagai pemudik.

“Selain memantau plat nomor kendaraan, kami juga melihat gerak-gerik pengendara yang terindikasi mudik. Jadi kalau plat nya diluar plat L dan bawaannya banyak akan diberhentikan untuk diperiksa,” lanjutnya.

Sementara ini sanksi yang diberikan hanya sebatas putar balik. Apabila pengendara dapat menunjukan surat penunjang, akan diberikan stiker sebagai penanda ke Surabaya untuk keperluan pekerjaan.

“Kendaran yang nomor polisinya luar kota kita kembalikan, dan sementara sanksinya hanya putar balik untuk kendaraan yang tidak bisa menunjukan surat-surat penunjang seperti SIKM, dan lainnya. Tapi jika bisa menunjukan, kita tempelkan stiker bahwa kendaraan itu beroperasi di kota Surabaya,” terangnya. 

Selama larangan mudik ini Nurwayah mengatakan,  tetap menyiagakan tenaga kesehatan untuk berjaga-jaga walaupun masih belum ada rapid test. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.