Gerakan Peduli Lingkungan di Stasiun Surabaya Gubeng

Yovie Wicaksono - 24 October 2019
Gerakan Peduli Lingkungan di Stasiun Surabaya Gubeng, Kamis (24/10/2019). Foto : (Humas Daop 8)

SR, Surabaya – PT KAI Daop 8 Surabaya bersama SMP Santa Maria Surabaya, mengajak masyarakat menjaga lingkungan hidup dengan cara mengurangi penggunaan kantong plastik melalui Gerakan Peduli Lingkungan di Stasiun Surabaya Gubeng, Kamis (24/10/2019).

Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Suprapto mengatakan, acara ini bertujuan untuk mengedukasi para penumpang kereta api (KA) di Stasiun Gubeng untuk mengubah pola hidup dengan mengurangi sampah plastik.

“Di mana tas plastik yang dibawa para penumpang KA, kita tukar dengan goodie bag yang ramah lingkungan, sambil para siswa SMP Santa Maria secara personal mendatangi para penumpang untuk menjelaskan pentingnya menyelamatkan lingkungan hidup melalui gerakan mengurangi penggunaan tas plastik,” ujarnya.

Dalam orasinya di KA 101 / KA Ranggajati relasi Surabaya Gubeng – Cirebon, pelajar SMP Santa Maria menjelaskan seputar bahaya plastik yang sulit terurai oleh alam. Dimana faktanya, kalau sampah plastik bisa terurai dengan sendirinya selama 500 tahun.

Dalam aksinya, sebanyak 200 peserta yang terdiri dari pelajar SMP Santa Maria dan Tim Humas KAI Daop 8 Surabaya membawa goodie bag ramah lingkungan sebanyak 800 buah dan dibagikan secara cuma-cuma kepada para penumpang KA yang ada di Stasiun Gubeng dan di dalam KA.

Tidak hanya itu, robot transformers juga turut memeriahkan dan menghibur para penumpang pada acara peduli lingkungan di Stasiun Surabaya Gubeng tersebut.

Salah satu penumpang KA Ranggajati relasi Jember-Cirebon, Yusman mengaku sangat antusias dengan kegiatan ini.

”Jadi tidak bikin kotor sekaligus lebih hemat, nanti kalau bepergian saya pakai lagi,” ujarnya.

Melalui acara ini diharapkan semua pihak untuk lebih peduli pada isu lingkungan dan hidup bersih.

“Kami sekaligus ingin menjadikan gaya hidup hemat plastik sebagai gaya hidup atau lifestyle, untuk selamatkan lingkungan dan wujudkan Indonesia bebas plastik. Setiap orang adalah agen kebersihan,” ujar Kepala Sekolah SMP Santa Maria, Bernadetha. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.