Gebyar Budaya jadi Penutup Pameran “Sang Fajar” Untag Surabaya
Lukisan bertajuk "Jas Merah", salah satu lukisan tentang Bung Karno yang dipamerkan di kampus Universitas 17 Agustus Surabaya, Jumat (14/6/2024). (foto:hamidiah kurnia/superradio.id)
Penampilan melukis on the spot di arena pemeran lukisan tentang Bung Karno di kampus Universitas 17 Agustus Surabaya, Jumat (14/6/2024). (foto:hamidiah kurnia/superradio.id)
Parade kebaya oleh Komunitas Kain dan Kebaya Indonesia di sela penutupan acara pameran lukisan tentang Bung Karno di kampus Universitas 17 Agustus Surabaya, Jumat (14/6/2024). (foto:hamidiah kurnia/superradio.id)
Penampilan olah gerak taichi oleh Komunitas Kain dan Kebaya Indonesia di sela penutupan acara pameran lukisan tentang Bung Karno di kampus Universitas 17 Agustus Surabaya, Jumat (14/6/2024). (foto:hamidiah kurnia/superradio.id)
Kepala Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya J Subekti (tengah) bersama KKI dan pegiat seni. (foto:hamidiah kurnia/superradio.id)
SR, Surabaya – Usai berlangsung sekira delapan hari, akhirnya pameran lukisan oleh Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) bertajuk “Sang Fajar” sampai di puncak acara.
Giat yang digelar memeringati bulan kelahiran Ir Soekarno itu ditutup dengan kegiatan gebyar budaya di gedung Plasa Proklamasi, Graha Wiyata lantai 1, Untag Surabaya, Jumat (14/6/2024).
Acara berlangsung khidmat. Diawali dengan parade kebaya oleh Komunitas Kain dan Kebaya Indonesia (KKI), dilanjut lantunan merdu tembang macapat, penampilan tari selayang pandang, taichi, hingga penyerahan cinderamata.
“Hari ini, Untag Surabaya ini membuktikan bahwa kampus bukan hanya mengajarkan dan memintarkan tapi juga harus pengembangan budaya nasional,” kata J Subekti, Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya saat membuka sambutan.
Subekti berharap lewat pameran sekira 40 lukisan tentang Bung Karno itu dapat menarik minat generasi muda untuk ikut merawat sejarah dan budaya ini agar tak luntur di kemudian hari.
Tak sendiri, pihaknya menggandeng pelukis asal Semarang, Hartono untuk sekaligus menggelar pameran tunggal tentang Bung Karno. “Terima kasih pada semua pihak yang mendukung, mudah-mudahan ini menjadikan semangat persatuan dan berjuang kita semakin kuat dan erat,” ungkapnya.
Sementara itu, sang pelukis Hartono mengaku berterima kasih atas kesempatan yang diberikan padanya. Ia pun mengaku tak sulit mencari inspirasi dalam melukis sebab Bung Karno adalah sosok yang ia kagumi terutama terkait perjuangannya untuk Indonesia.
“Saya teringat perjuangan Bung Karno. Ketika kemarin saya menangis, itu karena saya bersyukur ada sosok bung Karno yang mengingatkan kita tentang perjuangan, cinta kasih,” jelasnya.
Sekadar informasi, pameran “Sang Fajar” merupakan rangkaian dari gelaran bulan Bung Karno yang digelar oleh Untag Surabaya dan berlangsung mulai 6-14 Juni 2024.
Dalam rangkaian Bulan Bung Karno tersebut menghadirkan beberapa acara yang dikemas dalam workshop, talkshow, dialog, hingga demonstrasi pembuatan ecoenzym. (hk/red)
Tags: Bulan Bung Karno, gebyar budaya, sang fajar, superradio, Untag Surabaya
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





