Dinas Sosial Kota Kediri Berdayakan Penyintas ODGJ

Yovie Wicaksono - 12 August 2020
Dinas Sosial Kota Kediri Berdayakan Penyintas ODGJ. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Dinas Sosial Kota Kediri memberdayakan enam perempuan penyintas orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang tersebar di tiga wilayah kecamatan setempat dengan memberikan keterampilan membuat keset dari kain perca.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Kediri, Luluk Nita Kumala mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah untuk memberdayakan para penyintas ODGJ agar tetap produktif.

“Kami mengumpulkan sejumlah penyintas ODGJ yang sudah pulih dan memiliki kemampuan untuk berkegiatan positif seperti pelatihan ini. Daripada duduk termenung di rumah dan tidak ngapa-ngapain takutnya malah terpikir masalah sebelumnya sehingga memperburuk kondisinya,” ujarnya.

Luluk menambahkan, sebenarnya total jumlah ODGJ di Kota Kediri ada 577 orang. Namun tidak semuanya bisa diberikan pelatihan, melainkan hanya yang psikologisnya sudah stabil saja yang dipilih.

Adapun setelah pelatihan ini, hasil karya dari penyintas ODGJ akan dipasarkan melalui OPD-OPD lain, kelurahan dan sebagainya.

“Dengan bantuan dinas-dinas, kelurahan dan sebagainya hasil karya teman-teman ini dapat dikenal masyarakat, bahkan kemarin sempat menerima pesanan yang cukup banyak dari kantor dewan,” ujar Luluk.

Dalam kesempatan yang sama, Luluk juga menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini Dinas Sosial ingin mengembalikan peran para penyintas ODGJ sesuai dengan semestinya di masyarakat.

“Dengan mengembalikan peran penyintas ODGJ, setidaknya dapat meminimalisir stigma negatif di lingkungan masyarakat terhadap keberadaan penyintas ODGJ. Karena itu akan berpengaruh terhadap proses pemulihan kondisi psikologis mereka,” katanya.

Lebih lanjut, ia juga berharap melalui kegiatan pemberdayaan ini mereka mampu membantu secara ekonomi apalagi di tengah-tengah pandemi seperti saat ini.

Kedepan, pihaknya sudah memiliki rencana untuk memberikan pelatihan kembali kepada mereka, seperti memanfaatkan barang bekas. Untuk bisa merealisasikan hal itu, Luluk mengaku sudah berkoordinasi dengan guru keterampilan yang ada di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.