Gagasan Bunuh Diri Harus Ditangani Serius

Yovie Wicaksono - 23 November 2019
Ilustrasi. Foto : (Thinkstock)

SR, Surabaya – Keinginan untuk bunuh diri bisa timbul dari siapa saja, tapi yang pasti keputusan untuk mengambil langkah bunuh diri tidak muncul dalam sehari semalam. Bunuh diri muncul dari suatu kondisi serius dan kronis yang nantinya secara perlahan akan muncul dalam bentuk gagasan atau ide untuk mengakhiri hidup.

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Michael Seno Rahardanto mengatakan, jika gagasan atau ide itu tidak ditangani maka akan menumpuk seperti bola salju yang makin lama makin besar sampai menjadi suatu obsesi untuk melakukan bunuh diri.

“Obsesi itu level kedua, artinya bukan sekedar ide, tapi sudah mulai memikirkan caranya gimana untuk bunuh diri,” ujarnya kepada Super Radio, Sabtu (23/11/2019).

Pria yang akrab disapa Danto ini menambahkan, saat seseorang berada di level obsesi sebenarnya keinginan untuk bunuh diri itu masih belum kuat, mereka masih memiliki keinginan hidup yang besar.

“Tapi kalau tidak ada perubahan dari lingkungan sekitar, stres yang bertambah dan tetap ada, dia akan merasa tidak ada harapan lagi dan rasa sakit yang begitu besar itu membuat dia memilih menghilangkan rasa sakit itu meskipun dengan itu dia menghilangkan dirinya sendiri,” imbuh pria yang akrab disapa Danto ini.

Danto menegaskan, meski seseorang sudah memiliki gagasan dan obsesi ingin bunuh diri, terkadang mereka juga tidak semudah itu melakukannya, karena masih memiliki rasa takut, khawatir, dan tidak ingin berpisah dengan dunianya, tapi kalau rasa sakit itu begitu besar maka besar kemungkinan akan membuat mereka memilih bunuh diri.

Selain itu, bunuh diri juga merupakan suatu tindakan yang impulsif, meskipun niatnya sudah ada tetapi alat atau sarana dan kesempatan itu tidak ada maka tidak akan terlaksana.

“Kebalikannya, mungkin niat itu belum ada 100 persen, tapi begitu alat dan kesempatan ada, kadang-kadang niatnya bisa melonjak cepat sekali,” ujarnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.