Pemerintah Tegaskan Tak Ada Bukti Pencekalan Habib Rizieq

Yovie Wicaksono - 12 November 2019
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD. Foto : (Super Radio/Niena Suartika)

SR, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan, tidak ada bukti atau indikasi pemerintah Indonesia mencekal Habib Rizieq Shihab untuk kembali ke Indonesia dari Arab Saudi. 

“Jadi sampai hari ini tidak ada bukti atau indikasi bahwa pemerintah Indonesia mencekal Habib Rizieq,” kata Mahfud MD di Jakarta, Selasa (12/11/2019). 

Mahfud menjelaskan, menurut hukum di Indonesia batas pencekalan seseorang maksimal adalah 6 bulan. Namun, Habib Rizieq justru mengaku telah dicekal selama 1,5 tahun. 

“Menurut hukum Indonesia, orang dicekal itu maksimal 6 bulan, dia ngakunya 1,5 tahun dicekal, berarti tidak masalah dengan Indonesia dia,” katanya. 

Mahfud pun meminta bukti mengenai surat pencekalan tersebut. Dikatakan, jika memang ada pihaknya akan menyelesaikannya. 

“Itu harus ditanyakan ke Arab Saudi, kenapa dicekal, kita tidak tahu. Kalau ada bukti bahwa Indonesia yang mencekal, bilang ke saya, nanti saya selesaikan,” katanya.

Sebelumnya, telah beredar video yang bersumber dari kanal televisi milik FPI, Front TV, ketika Rizieq Shihab menyampaikan sambutan dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diunggah pada 8 November 2019. 

Melalui video itu, Rizieq mengatakan pemerintah Indonesia telah mengirimkan surat pencekalan kepada Pemerintah Arab Saudi agar dirinya tidak diperbolehkan pulang ke Indonesia karena alasan keamanan. Ia juga memegang dua lembar surat yang menurutnya merupakan bukti pencekalan atas dirinya. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.