FPRB Jatim Berupaya Teguhkan Peran Strategis dalam Penanggulangan Bencana

Yovie Wicaksono - 6 August 2022

SR, Surabaya – Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan yang diselenggarakan selama 2 hari di Grand Mercure Hotel, Surabaya, Sabtu (6/8/2022).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai unsur yang tergabung dalam Pentahelix.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) FPRB Jatim Catur Sudarmanto mengatakan, tujuan acara ini guna menguatkan tiap peran dalam pentahelix agar terbentuk standar yang jelas dalam penanggulangan bencana.

Untuk itu, pihaknya melibatkan pihak media yang dalam hal ini adalah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk bersinergi bersama. “Kita juga ingin ada sebuah pemahaman berkenaan dengan jurnalistik kebencanaan maka kita lakukan MoU dengan PWI tadi. Jadi nanti dua belah pihak bisa saling mensupport,” ucapnya.

Sesuai dengan tema acara yakni “Peneguhan Peran Strategis Forum PRB Dalam Penanggulangan Bencana” maka ada dua isu penting yang diangkat. Yakni, penguatan dalam klaster penanggulangan bencana dan mengupas peruntukan Perda PB Nomor 3 tahun 2010 tentang Kemitraan Kelembagaan.

“Kalau klaster ini sudah kita sepakati nanti  ketika penanganan kebencanaan baik di pra, saat bencana, hingga pemulihan, maka kluster akan bergerak sesuai kursi masing-masing, jadi memudahkan koordinasi,” ujarnya.

Jika semua peran sudah terkoordinasi sesuai fungsinya, maka cita-cita untuk pengurangan resiko bencana akan tercapai. “Kegiatan rakor ini adalah tahun kedua ketika masa pengurusan saya. Di dalam rakor ini kita ingin menguatkan peran strategis dari Forum PRB,” ucapnya.

Oleh karena itu, ia berharap kegiatan ini dapat menghasilkan kesepakatan terhadap fokus tiap klaster, dan hasilnya menjadi rekomendasi untuk mendorong kebijakan-kebijakan yang berkenaan dengan kebencanaan. 

“Harapan kita dengan disepakati kluster ini semua bisa memudahkan komando dan koordinasi saat bencana,” tuturnya.

Hal serupa disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur, Budi Santosa. Ia menyampaikan ada sekira 14 potensi bencana yang mengancam Jawa Timur yang perlu kesiapsiagaan dari semua pihak.

“Presiden Jokowi menyampaikan bahwa kita pada kondisi siaga, kesiapsiagaan itu yang paling utama. Terus upayakan pencegahan ini yang paling penting, lalu gunakan media sosial sebagai edukasi dan sosialisasi,” kata Budi.

Ia pun turut mengapresiasi langkah FPRB yang peka terhadap hal tersebut dan segera membentuk perencanaan untuk menguatkan kapasitas tiap anggota.

“Kami memberi apresiasi pada forum ini untuk mengantisipasi bencana Karena yang penting dalam penanganan bencana adalah pembentukan kapasitas,” pungkasnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.