Faperta Universitas Jember Uji Coba Tanam Bawang Merah di Lahan Bebatuan di Sumenep

Rudy Hartono - 8 May 2024
foto: Dekan Fakultas Pertanian Unej Prof. Soetriono saat meninjau hasil panen bawang merah di Kabupaten Sumenep, Selasa (7/5/2024). (antara/Humas Unej)

SR, Jember – Fakultas Pertanian Universitas Jember (Faperta Unej) melakukan uji coba  penanaman bawang merah di lahan marginal yang berada di Kabupaten Sumenep, Madura.

“Pengembangan tanaman bawang merah jenis Rubaru merupakan tanaman lokal masyarakat utara Kabupaten Sumenep, namun dikembangkan di Desa Pakandangan Sangra Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep,” kata Prof Soetriono, Dekan Faperta Unej,  dalam keterangannya di Jember, Rabu (8/5/2024).

Menurutnya, daerah tersebut merupakan lahan marginal dimana unsur tanahnya banyak bebatuan yang tidak layak untuk ditanami tanaman bawang, namun pihaknya terus berinovasi dalam mengembangkan tanaman bawang merah di lahan marginal.

“Tanaman bawang merah itu sebenarnya varietas lokal yang biasa ditanam di wilayah utara Kabupaten Sumenep yang memiliki kesuburan dan cocok untuk tanaman itu, namun berbeda dengan wilayah Pakandangan di selatan Sumenep banyak bebatuan pada tanahnya,” tuturnya.

Ia mengatakan untuk mengembangkan sektor itu membutuhkan keseriusan para petani dan dukungan semua pihak, agar pengembangan di sektor tersebut berlanjut dan petani dapat menerima manfaatnya secara langsung.

Dalam penelitian itu, Unej bekerja sama dengan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur yang mempunyai tujuan yang sama dalam hal meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup para petani di sektor hortikultura yang berada di Sumenep.

“Saya berharap peran pemerintah dan perguruan tinggi khususnya Unej dapat terus bekerja sama dalam upaya menyejahterakan petani,” katanya.

Sementara itu Sub Koordinator Bidang Tani dan Kelautan, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur M. Yusqi Elfahmi mengatakan pada dasarnya sektor pertanian di Jawa Timur relatif bervariasi dan ada regionalisasi.

“Untuk itu, Bappeda Jawa Timur tidak dapat melakukannya sendiri dan perlu tenaga ahli untuk melakukan penelitian, tentunya dari perguruan tinggi seperti Unej,” katanya. (*/ant/red)

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.