Kondisi Satwa KBS di Tengah Pandemi

Yovie Wicaksono - 11 June 2020
Suasana Kebun Binatang Surabaya, Kamis (7/3/2019). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19), Kebun Binatang Surabaya memutuskan untuk menutup sementara dan tidak lagi menerima kunjungan wisatawan sejak 17 Maret 2020.

Humas Kebun Binatang Surabaya, Wini Hustiani mengatakan, berdasarkan instruksi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, penutupan sementara ini diberlakukan hingga Rabu (17/6/2020) mendatang.

Wini mengatakan, tak adanya kunjungan wisatawan akibat penutupan sementara tersebut membuat satwa terlihat lebih aktif dari biasanya.

“Yang jelas pada saat tidak ada pengunjung, satwa itu merasa lebih enjoy. Artinya mereka bisa merasakan seperti kembali ke alam. Mereka tetap berkembang biak dengan baik, berperilaku dengan baik. Bahkan bisa lebih aktif dan enjoy perilakunya,” kata Wini.

“Setiap pagi, kebiasaan dan ciri khas mereka yang berkicau ya mereka tetap berkicau. Kemudian seperti Siamang itu, mereka juga pada saat menyuarakan itu menampakkan bahwa mereka lebih enjoy,” imbuhnya.

Wini mengatakan, sekalipun tidak ada kunjungan wisatawan, pihaknya tetap memperhatikan kesehatan satwa disana.

“Kalau misalkan tidak ada pengunjung, tapi kalau kita tidak memperhatikan kesehatan mereka, mereka juga bisa stress. Jadi harus kita tambah asupan gizinya,” kata Wini.

Bahkan untuk cek kesehatan satwa dan vitamin satwa, pihaknya juga memberikan tambahan, karena begitu adanya pandemi ini, kesehatan satwa adalah prioritas utama.

“Jadi jangan sampai kondisinya menurun. Itu yang lebih kita utamakan,” katanya.

Selain kondisi satwa, selama penutupan sementara ini pihaknya juga lebih menjaga kebersihan area KBS, terutama kandang satwa. Salah satu caranya dengan melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh titik, khususnya di depan kandang.

Sementara itu, para karyawan KBS juga tetap beraktivitas seperti biasa dengan memberlakukan sistem piket dan tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.