Fakta Tunjungan Plaza 1 sampai 5 Tak Kantongi SLF

Yovie Wicaksono - 20 April 2022
Kebakaran di Tunjungan Plaza 5 Surabaya, Rabu (13/4/2022) petang. Foto : (ANTARA/Didik Suhartono).

SR, Surabaya – Anggota Komisi A DPRD Surabaya Imam Syafii mengungkap temuan bahwa salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Surabaya, yakni Tunjungan Plaza (TP) 1 hingga 5 belum dilengkapi Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

“Ternyata TP 1 sampai 4 itu belum punya SLF, melengkapi TP 5 yang kemarin terbakar itu juga belum punya SLF. Yang punya SLF hanya TP 6 padahal semua itu terkoneksi,” kata Imam Syafii usai rapat evaluasi dengan 11 pengelola gedung bangunan tinggi di Surabaya, Selasa (19/4/2022).

Menurutnya, sebelum mengantongi SLF seharusnya TP ditutup dan dilarang beroperasi. Terlebih pasca terjadinya kebakaran yang terjadi pada Rabu (13/4/2022) lalu.

“Saya tadi malam ke sana yang ditutup di TP 5 itu hanya lantai 4 dan 5 itu masih bau hangus. Tapi TP 5 lantai 1 hingga 3 masih difungsikan. Menurut kami harusnya ditutup semua sampai mereka betul-betul mempunyai SLF,” kata mantan jurnalis senior ini.

Ia menambahkan, meski menurut umat beragama kebakaran itu sebuah takdir, tapi secara rasional sebuah gedung memang harusnya memiliki SLF seperti yang telah diatur dalam Perwali Nomor 14 Tahun 2018.

Imam pun meminta Pemerintah Kota Surabaya menindak tegas pemilik gedung yang belum melengkapi SLF.

“Kalau Pemkot tidak tegas saya khawatir Perwali ini hanya semacam macan kertas ompong, aturan yang tidak bisa ditegakkan, tebang pilih, dan menambah image bahwa Pakuwon ini kebal hukum dan dekat dengan Pemkot Surabaya,” katanya.

“Karena itu kita harus di buktikan, kalau memang tidak kebal hukum dan tidak dekat dengan pemkot, tolong dibuktikan kalau Pakuwon pun kalau melanggar, jangan kemudian di istimewakan,” sambung Imam.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP), Aly Murtadlo membenarkan bahwa TP 1 hingga 5 belum memiliki SLF dan pihaknya telah memberikan sanksi teguran.

“Sebelum Januari 2021 (masa habis pemberlakuan SLF sebelumnya) dia itu sudah ngajukan kemudian dia komunikasi dengan kita, lalu ada syarat-syarat yang tidak terpenuhi, setelah itu kita gak tau karena kondisi pandemi atau apa kemudian belum masuk lagi ke kita sampai pada akhirnya terjadi kebakaran kemarin,” pungkasnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.