PBNU Teken Kerja Sama dengan Kementerian BUMN dan Kemenkop UKM

Yovie Wicaksono - 18 February 2022

SR, Bangkalan – Dalam rangka memperkuat bidang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) pada puncak peringatan Harlah ke-99 NU di Pondok Pesantren Syaichona Kholil, Bangkalan, Madura, Kamis (17/2/2022) malam.

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengatakan, pihaknya bersama Kementerian BUMN akan membangun sebanyak 250 Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama (BUMNU), serta bersama Kemenkop dan UKM mendidik sekurang-kurangnya 10 ribu wirausahawan santri.

Tak hanya itu,  PBNU juga akan bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam program peremajaan sawit rakyat yang berpotensi melibatkan 130 cabang di seluruh Indonesia, lalu pembangunan dan pengembangan kampung nelayan di 90 titik.

Menteri BUMN Erick Thohir yang hadir dalam acara tersebut mengaku mendapat arahan dari Presiden Joko Widodo untuk memberikan intervensi pada kesenjangan ekonomi yang terjadi saat ini. Ia pun berharap, kerjasama ini mampu menjadi salah satu upaya untuk menjawab arahan Presiden sekaligus memperkuat kebangkitan umat.

BUMN akan bekerjasama dengan NU, membimbing, mendampingi, dan juga melakukan pembiayaan bagaimana membantu BUMNU jadi lebih besar lagi di 250 tempat. Ini bagian dari kita memasifkan keseimbangan ekonomi yang hari ini tentu karena covid bukan hanya kesehatan, tapi kesenjangan ini makin tinggi terlihat dari harga komoditas yang naik. Oleh karena itu kita perlu mengintervensi bersama,” katanya.

Pada kesempatan sama, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki juga mengaku gembira dengan akan terlahirnya 10 ribu pelaku usaha dari santri atau wirausahawan santri.

“Sekjen Gus Ipul juga mengingatkan saya, agar kesepakatan ini tidak bohong-bohongan. Lalu, saya sampaikan juga ke Gus Ipul, 10 ribu ini masih sedikit. Sehingga ke depan harus terus bertambah,” katanya.

Teten menjelaskan, kerja sama dengan PBNU ini sejalan dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional, yang tujuannya mencetak pengusaha-pengusaha baru.

“Kami juga diperintahkan oleh Presiden untuk memperkuat Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren). Di Jabar sudah ada percontohan, lalu di Jatim ada beberapa pondok pesantren juga ada. Adanya 10 ribu wirausaha santri akan memperkuat jaringan,” kata Teten. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.