Pameran Sejarah Peninggalan Pesantren di Ponpes Lirboyo

Yovie Wicaksono - 3 October 2019
Ketua acara pameran, Imam Mubarok sedang memegang keris Kahuripan. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Ratusan santri memadati ruang Pameran Kesejarahan Peninggalan Pondok Pesantren di Gedung Yayasan Utara Masjid Al Hasan Komplek Aula Muktamar Lirboyo, Rabu (2/10/2019).

Pameran tersebut merupakan inisiasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bekerjasama dengan Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo serta Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU.

Ketua acara pameran, Imam Mubarok mengatakan, kegiatan ini berlangsung selama dua hari. Salah satu tujuannya adalah sebagai penguatan nilai historis para santri yang sangat panjang, dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Pesantren memiliki sejarah panjang dalam menjaga NKRI. Salah satunya penguatan generasi lebih pendalaman kepada pendidikan agama. Tidak hanya pendidikan agama saja, buktinya salah satu tokoh di Ponpes Lirboyo menjadi bagian dari pencetus Resolusi Jihad,” ujar pria yang juga berprofesi sebagai Dosen ini.

Pameran benda peninggalan Pondok Pesantren ini bukan hanya bersifat edukasi, melainkan punya sisi khasanah budaya yang khas Nusantara. Diantaranya berupa sebuah karya seperti pusaka keris, bedug, kitab kuno, dan sejumlah foto.

“Ini ada karya-karya, tidak hanya edukasi dalam bentuk audio visual. Ada beberapa hal lain merupakan bagian dari khasanah pesantren, salah satunya keunikan Bedug Ponpes Lirboyo yang sudah berusia 100 tahun lebih. Lirboyo itu berdiri tahun 1910. Ada tutup kepalanya KH Abdul Karim,” ujarnya.

Ia menambahkan, meski saat ini telah memasuki era globalisasi, namun khasanah ciri khas ponpes tetap terjaga hingga sampai sekarang.

“Khasanah ke Indonesia tetap terjaga, dari dulu hingga sekarang. Salah satunya bentuk itu adalah bagaimana ikut menjadi bagian dari pelestarian sejarah kebudayaan. Salah satunya keris yang telah diakui oleh Unesco tanggal 25 November 2005. Ini adalah salah satu bukti contoh, keris Tangguh Kahuripan era Kerajaan Kahuripan sebelum Kerajaan Kadiri,” ujarnya sambil memegang keris Kahuripan.

Ia menambahkan, keris Kahuripan ini milik KH Imam Yahya Mahrus, Putra dari KH Ali Mahrus yang menjadi salah satu bukti jika Kyai juga memiliki kepedulian terhadap suatu kebudayaan. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.