Eksistensi Kesenian Pecut Khas Kediri di Tengah Pandemi

Yovie Wicaksono - 20 July 2020
Pelaku seni pecut tradisional khas Kota Kediri, Jawa Timur, berlatih di lokasi wisata Goa Selomangleng. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Sekira 40 pelaku seni pecut tradisional khas Kota Kediri, Jawa Timur, berlatih bersama di lokasi wisata Goa Selomangleng. Mereka terdiri dari beragam latar belakang, mulai pelajar hingga ibu rumah tangga.

Ketua Pecut Samandiman Kota Kediri, Mohammad Hanif mengatakan, selama masa pandemi Covid-19 ini, mereka terpaksa vakum dan kehilangan mata pencaharian yang selama ini mereka geluti. Padahal, sebelum masa pandemi, pecut tradisional  merupakan salah satu kesenian yang banyak digandrungi oleh masyarakat selain tari jaranan.

Jika situasi normal, dua bulan 2 ke depan ini merupakan ladang rezeki bagi mereka. Dimana setiap mendekati perayaan hari kemerdekaan serta bulan suro biasanya banyak menerima tawaran untuk menggelar pertunjukan atau setidaknya satu minggu sekali.

“Orang seniman hari ini, bagaimana bisa menghidupi keluarganya. Mandek, biasanya tanggapan, mendekati bulan suro dan 17 Agustusan. 2 bulan ini sebenarnya rezekinya seniman. Kami betul-betul merasakan mandek,” ujarnya, Senin (20/7/2020).

Selain pentas lokalan di sekitaran wilayah Kediri, biasanya para  pelaku seni pecut sering mengikuti event di luar daerah yang digelar pemerintah dan mereka didaulat sebagai duta seni.

“Ya pentas lokalan, kadang diluar daerah. Kebetulan kalau pemerintah lagi ada kegiatan diluar, kita mengikuti sebagai duta seni ke Jakarta, Bali, Banyuwangi bahkan luar Pulau Jawa sekalipun, kalau sekarang mati total,” ujar pria yang memiliki usaha sampingan sebagai pengepul barang bekas ini.

Sekedar informasi, terakhir kali Pecut Samandiman menggelar pertunjukan adalah saat pergelaran pentas 1000 pemecut di Kampung Pecut, Kelurahan Kemasan, Kota Kediri. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.