DPRD Jatim Usulkan Rumah Sakit Sediakan Layanan Herbal

Yovie Wicaksono - 13 March 2020
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Sri Untari Bisowarno. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – DPRD Provinsi Jawa Timur mendorong dan mengusulkan seluruh rumah sakit (RS) milik pemerintah provinsi, kabupaten/kota bisa menyediakan tempat atau unit layanan untuk penanganan obat Herbal. Hal ini dilakukan agar produk asli Indonesia yaitu ramuan tradisional bisa menjadi alternatif pengobatan di rumah sakit.

“Indonesia ini kaya dengan aneka toga (tanaman obat keluarga, red). Khasiatnya juga luar biasa bagus. Sayang kalau ini tidak dimanfaatkan. Karena itu, kami minta ada unit layanan herbal di semua rumah sakit milik Pemprov Jatim,” ujar Anggota Komisi E DPRD Jatim, Sri Untari, Jumat (13/3/2020).

Dikatakannya, saat ini RSUD milik Pemprov Jatim yang memiliki unit pelayanan kesehatan herbal baru ada di RSUD dr Soetomo Surabaya. Sedangkan untuk percontohan, kata Untari juga tidak perlu jauh-jauh karena di Karanganyar Jateng sudah ada RS yang khusus memberikan pelayanan kesehatan herbal yang sangat baik dan teruji.

“Ini bukan karena wabah penyakit corana mulai masuk ke Indonesia. Tapi bagaimana kita dapat memicu kesadaran bahwa kita memiliki tanaman obat yang mudah ditanam dan tak mahal yang bisa dimanfaatkan untuk kesehatan dan memiliki nilai ekonomis,” ujar Ketua Fraksi PDI Perjuangan Jatim ini.

Atas dorongan unit Herbal, ia juga tengah mengajukan draft rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Perlindungan terhadap Obat Tradisional. Perda tersebut memiliki manfaat cukup banyak, bukan hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga untuk mendongkrak perekonomian.

“Kami ingin Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bekerjasama untuk integrasi program. Kalau perlu lahan-lahan kosong atau lahan kering ditanami tanaman toga sehingga bisa menjadi komoditas ekonomis. Bahkan, kalau memungkinkan seluruh keluarga di Jatim diminta tanam toga di rumah atau lingkungan masing-masing. Melalui Dasa Wisma, kita bisa gerakkan masyarakat untuk memperkuat upaya pencegahan dan ekonomis,” katanya.

Sri Untari menambahkan, ia memastikan akan mengawal usulan Raperda tersebut. Selain karena kontekstual, Perda tersebut juga bisa melindungi warisan budaya alam berupa tanaman obat-obatan. 

“Ini juga bagian dari upaya membangun kesehatan masyarakat berbasis alam sekaligus memberikan alternatif bagi masyarakat yang butuh pelayanan kesehatan secara natural (herbal),” pungkasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.