Doakan Tjahjo Kumolo, Kader PDI Perjuangan Surabaya Lakukan Salat Ghoib

Yovie Wicaksono - 2 July 2022

SR, Surabaya – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo meninggal dunia pada Jumat (1/7/2022). Berpulangnya Tjahjo membawa kesedihan bagi segenap rakyat Indonesia, termasuk para kader PDI Perjuangan di Surabaya.

Sebagai bentuk penghormatan atas jasa Tjahjo Kumolo, Kantor DPC  PDI Perjuangan Kota Surabaya mengibarkan bendera setengah tiang serta menggelar salat ghaib selepas Maghrib.

“Kami mengibarkan bendera setengah tiang di kantor partai sebagai bentuk ungkapan dukacita mendalam, disambung dengan salat ghoib dan tahlil untuk mendoakan Pak Tjahjo sebagai kader terbaik PDI Perjuangan,” kata Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Achmad Hidayat, Jumat (1/7/2022).

Achmad juga mengungkapkan, segenap keluarga besar PDI Perjuangan Kota Surabaya memberikan penghormatan terbaik bagi almarhum.

“Kami meneledani sikap politik beliau yang setia dan memiliki kematangan dalam bertindak,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Adi Sutarwijono menceritakan, sebelumnya Tjahjo sempat menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan periode 2010-2015, mendampingi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

“Itu masa ketika partai berlambang banteng moncong putih tersebut menempuh jalan oposisi, di luar jalur pemerintahan Presiden SBY,” ujarnya.

Semasa menjadi Sekjen, Tjahjo aktif turun langsung ke lapangan untuk menata organisasi PDI Perjuangan dan memberi suntikan semangat.

“Di Surabaya, Juni 2011, Mas Tjahjo hadir di tengah-tengah puluhan ribu peserta jalan sehat peringatan Bulan Bung Karno di Jalan Raya Darmo dan Taman Bungkul,” kenang Adi.

Berkat kerja keras dan gotong royong seluruh kader dan dukungan masyarakat luas, akhirnya PDI Perjuangan bisa memenangkan Jokowi dalam Pilkada DKI Jakarta 2012. Prestasi ini terus berlanjut memenangkan Jokowi dalam Pilpres 2014, sekaligus membawa PDI Perjuangan menjadi pemenang Pemilu Legislatif 2014.

“Mas Tjahjo termasuk yang mengajarkan kepada kami tentang kesabaran revolusioner, sembari terus bergerak di tengah rakyat di masa ketika partai menempuh jalan terhormat, menjadi oposisi di luar pemerintahan. Akhirnya, melalui Pemilu, PDI Perjuangan kembali memimpin pemerintahan di negeri ini,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya itu. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.