Selama beberapa tahun vakum di jalanan, mereka juga mengisi kegiatan yang membawa dampak positif di masyarakat.
“Mereka ini juga pernah ikut kegiatan penggalangan dana bantuan bencana beberapa waktu lalu,” imbuhnya.
Selain menjual produk makanan dan minuman, mereka juga dilatih untuk menjadi agen pulsa, token listrik dan travel. Teknisnya mereka berjualan di dua lokasi, yakni di Jalan Veteran dan Jalan Tem.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kediri Ali Mukhlis, mengingatkan kepada mereka untuk tetap mentaati peraturan, meskipun saat ini mereka sudah berwirausaha berjualan di jalan.
“Bukan cuma membina saja, mereka juga kita berdayakan. Meskipun mereka berjualan di jalan, tetap harus mentaati Perda dan Perwali yang sudah ada, yang mengatur tentang kegiatan usaha,” kata Ali.
Ali juga berharap, nantinya anak-anak ini tidak terlalu lama berjualan di jalan, melainkan dapat menyewa tempatnusaha sendiri kelak.
“Jika usahanya sukses, mereka bisa kontrak atau menyewa tempat sendiri,” lanjutnya.
Anak-anak punk yang diberdayakan dan diberi pekerjaan ini, pada umumnya masih berusia produktif. Alenardo (17) mengaku, dirinya sudah berhenti hidup di jalanan sebagai anak punk sejak dua tahun lalu. Alenardo menegaskan ingin hidup lebih baik dan tidak di jalanan lagi.
“Kalau dulu kotor pak, ya nggak pernah mandi ngamen gitu. Saya sangat beruntung bisa ikut program ini,” tuturnya.
Alenardo ingin jika uang yang terkunpul dari hasil kerjanya setiap bulan, dapat diwujudkan dengan membeli sepeda motor Vespa. (rh/red)