Disnakkan Magetan Kembangkan PLTS Atap Wujudkan Energi Bebas Emisi
SR, Magetan – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Magetan, Jawa Timur mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap sebagai upaya mewujudkan energi terbarukan yang bebas emisi karbon sekaligus menghemat beban tagihan.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan Nur Haryani dalam keterangannya di Magetan, Sabtu (18/4/2026) mengatakan PLTS atap tersebut dilakukan dengan memasang panel-panel surya di atap kantor yang tak hanya menjadi simbol energi bersih, tetapi juga terbukti mampu menghemat anggaran secara signifikan.
“Selain hemat biaya, ini juga bagian dari upaya kita menjaga lingkungan dengan menggunakan energi alternatif yang bebas emisi,” ujar Nur Haryani.
Ia menjelaskan bahwa PLTS atap tersebut telah dikembangkan Disnakkan jelang akhir tahun 2020. Setelah melalui proses komisioning, sistem langsung dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan listrik operasional kantor.
Adapun, sistem PLTS yang digunakan tersebut terhubung langsung dengan jaringan PLN melalui mekanisme ekspor-impor listrik.
“Semua listrik dari PLTS masuk ke jaringan PLN, lalu kita pakai sesuai kebutuhan. Jadi ada perhitungan antara yang masuk dan yang kita gunakan, itu yang membuat beban tagihan listrik kita berkurang,” katanya.
Ia menyebut, sebelum menggunakan PLTS, tagihan listrik dinas bisa mencapai lebih dari Rp3 juta per bulan. Namun setelah sistem berjalan, biaya tersebut turun drastis.
“Dulu tagihan listrik bisa sampai Rp3,5 juta sekarang bisa turun jadi kisaran Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per bulan. Artinya penghematan bisa hampir 50 persen,” katanya.
PLTS atap di Disnakkan Magetan tersebut memiliki kapasitas inverter sekitar 25 kWp (kilowatt-peak) dan mulai dibangun pada 2020.
Meski demikian, pemanfaatan energi surya tetap membutuhkan perawatan berkala, termasuk pembersihan panel dari debu agar penyerapan energi tetap optimal. “Panel harus rutin dibersihkan. Kalau banyak debu, penyerapan sinar matahari tidak maksimal,” katanya.
Terkait gangguan, ia mengaku pernah terjadi kendala teknis pada 2024 ketika salah satu kabel mengalami kerusakan hingga terbakar. Waktu itu kabel dari panel ke inverter sempat terbakar karena beban tidak seimbang. Namun setelah ditangani dan diperbaiki, sekarang kembali normal.
Ia menambahkan bahwa program PLTS atap merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong efisiensi energi sekaligus penggunaan energi terbarukan di daerah.
Nur Haryani berharap, upaya tersebut dapat menjadi contoh bagi instansi lain maupun masyarakat. Sehingga ke depan semakin banyak yang memanfaatkan energi alternatif terbarukan yang ramah lingkungan. (*/ant/red)
Tags: dinas peternakan, energi surya, magetan, plts, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





