Warga Girang Tak Lagi ‘Byarpet’ Lampu di Desa Terpencil Probolinggo

Rudy Hartono - 28 January 2026
Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Arief Hidayat mengawal proses pemancangan tiang listrik di Dusun Tanian Panjang Kecamatan Tegalsiwalan. (foto: humas pdip jatim)

SR, Probolinggo – Sekian purnama hidup dalam kondisi ‘byarpet’  (listrik yang menyala dan padam secara berulang) sebagian warga di Dusun Tanian Panjang Desa Tegalsono  Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, akhirnya merasakan terang sempurna lampu listrik.

Hal itu seiring dimulainya pemancangan belasan tiang listrik di kampung tersebut yang dimotori anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Probolinggo, Arief Hidayat bekerjasama dengan berbagai pihak. Hingga Rabu (28/1/2026) sudah ada 13 tiang terpasang.

Seorang warga setempat, Selamet, girang tak kepalang menyaksikan pemancangan tiang listrik di kampungnya. Sebab hal itu akan mengakhiri derita biarpet listrik dikampungnya yang berlangsung sekian lama.

“Kami sangat berterima kasih kepada Anggota DPRD dan PLN. Sejak lama kami mengeluh, alhamdulillah akhirnya teratasi,” ucapnya.

Di Dusun Tanian Panjang, tempat tinggal Selamet, ada sekian rumah di RT 12 dan 13, yang mengalami kondisi listrik nyala-padam berulang. Hal itu terjadi karena di lingkungan tersebut hanya ada satu tiang listrik.

“Jadi, selama ini warga sambung menyambung kabel dari tiang terakhir. Dampaknya voltase tidak stabil dan drop. Makin jauh dari tiang listrik makin turun voltasenya,” kata Selamet. “Untuk beli kabelnya kami urunan,” imbuh Selamet.

Mulanya, kisah listrik ‘byarpet’ di Dusun Tanian Panjang sampai ke telinga anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Arif Hidayat beberapa waktu lalu. Ia pun menghubungi berbagai pihak untuk mengatasi masalah di desa terpencil berbatasan dengan Kabupaten Lumajang tersebut.

“Semua ini bisa terwujud karena adanya sinergi dengan legislatif tingkat provinsi dan pusat, pihak PLN, termasuk keterlibatan Gus Mufti di DPR RI, yang mempercepat realisasi bantuan ini,” kata Cak Dayat, sapaan akrab Arief Hidayat.

“Saya lahir dari rakyat kecil. Saya paham rasanya hidup dengan keterbatasan dan menunggu keadilan. Persoalan listrik ini bukan sekadar teknis, tapi menyangkut hak dasar warga negara,” ujar pria yang juga Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo.

Dayat berharap, dengan adanya sejumlah tiang listrik di dusun terpencil ini, menjadi pemantik pembangunan dan peningkatan kualitas hidup warga. (*/red)

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.