Dinkes Tulungagung Catat 11 Kasus Leptospirosis Satu Meninggal

Rudy Hartono - 18 May 2026
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tulungagung dr Aris Setiawan. (sumber: antara)

SR, Tulungagung  – Dinas Kesehatan Tulungagung, Jawa Timur mencatat 11 warga positif leptospirosis sepanjang Januari hingga Mei 2026, dengan satu penderita dilaporkan meninggal dunia akibat infeksi bakteri leptospira.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung dr Aris Setiawan, Sabtu (17/5/2026), mengatakan total terdapat 13 kasus suspek leptospirosis yang ditemukan selama periode tersebut. “Dari 13 suspek, dua orang dinyatakan negatif, sedangkan 11 lainnya positif leptospirosis,” katanya.

Dari jumlah tersebut, satu pasien dilaporkan meninggal dunia, sementara pasien lain berangsur pulih setelah menjalani perawatan intensif.

Menurut Aris, tingkat fatalitas leptospirosis pada 2026 cenderung menurun dibanding dua tahun sebelumnya.

Pada awal 2025, tercatat tiga warga meninggal dunia akibat penyakit yang ditularkan melalui bakteri leptospira tersebut.

Meski demikian, jumlah kasus leptospirosis di Tulungagung disebut relatif stabil setiap tahun sehingga kewaspadaan masyarakat tetap perlu ditingkatkan.

Aris menjelaskan bakteri leptospira umumnya menyebar melalui air atau lingkungan yang tercemar urine tikus terinfeksi.

Gejala awal penyakit itu antara lain demam, pusing, nyeri otot, hingga gangguan fungsi hati yang ditandai kondisi menyerupai sakit kuning.

“Banyak penderita terlambat menyadari karena gejalanya mirip penyakit umum, sehingga penanganan medis sering terlambat,” ujarnya.

Kelompok yang paling rentan terpapar, lanjut dia, adalah masyarakat yang bekerja di area persawahan atau lingkungan dengan risiko tinggi tercemar kotoran tikus.

Karena itu, masyarakat diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan alat pelindung diri saat bekerja di sawah, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala setelah kontak dengan lingkungan berisiko. (*/ant/red)

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.