Daniel Rohi : Inti dari Pancasila adalah Gotong Royong

Yovie Wicaksono - 1 June 2020
Anggota Komisi B DPRD Jatim, Daniel Rohi. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Dalam peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2020, Anggota Komisi B DPRD Jatim, Daniel Rohi mengajak masyarakat untuk kembali merefleksikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, dan berbangsa.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mengenang jasa Bung Karno sebagai tokoh bangsa yang telah menggali dan merumuskan Pancasila, sehingga Pancasila dapat digunakan untuk mempersatukan bangsa Indonesia yang sangat beragam.

“Pancasila adalah warisan terbesar beliau untuk menjamin bahwa Indonesia ini tetap utuh, bersatu, dan memiliki konsep untuk menghadapi masa depan. Karena Pancasila sebagai ideologi, salah satu fungsinya adalah sebagai bintang penuntun untuk membawa Indonesia ini kemana,” ujar politisi asal PDI Perjuangan ini, Senin (1/6/2020).

Menurut Bung Karno, lanjutnya, inti dari Pancasila adalah gotong royong. Membangun Indonesia untuk membentuk masyarakat gotong royong dengan mendahulukan kebersamaan dan juga persatuan di dalam menjalani kehidupan bersama.

Daniel menilai, tema peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, yakni “Pancasila Dalam Tindakan Melalui Gotong Royong Menuju Indonesia Maju”, sangat relevan. Khususnya dalam menghadapi virus corona (Covid-19).

“Dalam menghadapi Covid-19 ini kita semua sadar bahwa setiap orang tidak bisa bekerja sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat. Disinilah gotong royong menjadi penting,” tandasnya.

Ia mengakui bahwa nilai gotong royong semakin hari semakin tergerus dengan berkembang atau kuatnya pengaruh dari globalisasi. Namun, Pancasila mengajarkan masyarakat agar bekerjasama, gotong royong, bahu membahu untuk mencapai tujuan bersama, termasuk menghadapi Covid-19.

“Ukuran keberhasilan bukan bagaimana setiap orang survive untuk dirinya sendiri, melainkan saling bergandengan tangan untuk menghadapi persoalan bersama, yaitu menghadapi Covid-19,” ujarnya.

Untuk terus membumikan Pancasila, ia menilai perlunya pendidikan dan sosialisasi terkait moral Pancasila pada generasi muda melalui pendidikan mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi serta keteladanan.

“Nilai-nilai Pancasila itu bukan saja menjadi teori dan di seremonikan, tetapi juga diakulturasikan menjadi aksi nyata, sehingga generasi muda itu bisa punya contoh bahwa Pancasila itu ternyata bisa dipraktikkan. Ia bukan ideologi yang kaku, tetapi ideologi yang hidup dan menghidupkan setiap orang yang menganut ideologi tersebut,” katanya.

Daniel menambahkan, kebijakan pemerintah juga harus merupakan implementasi dari nilai-nilai Pancasila yang berpijak pada kepentingan rakyat banyak. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.