Cerita Haru DPRD Surabaya Beri Penghormatan Terakhir Mendiang Adi Sutarwijono
SR, Surabaya – Jenazah mendiang Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono menerima penghormatan terakhir sebelum dimakamkan di komplek pemakaman Keputih Surabaya pada Kamis (12/2/2026).
Berlangsung sekira pukul 13.00 WIB, acara yang berlokasi di kantor DPRD Surabaya itu pun tampak penuh dengan orang yang ingin mendoakan almarhum. Jajaran anggota DPRD pun turut menceritakan bagaiaman sosok politisi PDI Perjuangan itu mendedikasikan hidupnya untuk warga.
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Bachtiar Rifai mengaku sangat kehilangan sosok sahabat dan pimpinan yang amanah. “Selamat jalan rekan, sahabat, dan pimpinan kami, insya allah surga menantimu, selamat beristirahat di tempat abadi,” ucapnya saat memberi sambutan.
Bachtiar pun secara khusus menjadi saksi, betapa almarhum sangat bertanggungjawab dengan tugas yang diemban. Baginya, Awi –sapaan akrab Adi Sutarwijono — adalah pemimpin yang amanah dan punya dedikasi tinggi. Bahkan semasa sakitnya, almarhum masih ikut paripurna dan agenda-agenda partai.
“Saya bersaksi beliau ini orang yang bertanggungjawab. Saat sakit, beliau masih hadir rapat dan masih hadir dalam undangan partainya,” ujarnya.
Ia pun berdoa agar almarhum diberi tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan. “Kepada keluarga yang ditinggalkan, kaminmenyadari bahwa ini sangat berat, semoga tuhan memberi kekuatan dan ketabahan,” jelasnya.
Hal serupa diungkapkan mantan pimpinan DPRD Surabaya Reni Astuti. Perempuan yang menjabat pada 2019-2024 tersebut mengaku kaget saat mendengar kabar tersebut. Reni menyebut terakhir kali berkomunikasi pada 2025, sehingga cukup syok mendengar info ketua DPRD Surabaya meninggal dunia.
Baginya Awi bukan hanya pimpinan yang bijak, tapi juga family man yang sayang keluarga. Semasa hidupnya mendiang sangat akomodatif dan terbuka pada saran kritik yang diberikan. Mampu menjadi pemimpin yang merangkul, tenang dan solutif.
“Kalau ada sesuatu kita berdiskusi dan beliau menerima saran dan tanggapan dari kami, dan beliau adalah sosok yang family man. Bagaimana menjadi politisi yang merangkul dan itu nilai yang bisa menjadi contoh untuk saat ini,” ungkapnya.
Tak ketinggalan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi turut memberi penghormatan terakhir untuk almarhum. Sembari menahan tangis, Eri mengaku sangat kehilangan sosok sahabat sekaligus teman diskusinya. Sosok yang bersama berjuang untuk Kota Surabaya di bidang masing-masing.
“Hari ini kita kehilangan saudara kita, sahabat kita, pimpinan DPRD kita. Hari ini adalah pelepasan beliau ke pemakaman. Beliau adalah orang yang baik,” tuturnya.
Menurutnya, Adi Sutarwijono adalah pemimpin yang bekerja dengan hati. Mampu menyatukan seluruh elemen warga Surabaya. Menjadi guru yang mengajarkan bagaimana menjadi pemimpin yang merangkul namun tegas dalam bersikap.
“Semasa beliau hidup dan memimpin DPRD ini, beliau memimpin dengan hati, mengajarkan ke kita bagaimana jiwa untuk merangkul, menyatukan masyarakan surabaya. Semoga apa yang sudah dilajukan beliau diberkahi tuhan,” terangnya.
Ia mewakili pimpinan pemkot Surabaya mengucapkan terima kasih atas antusias warga yang ikut mengantarkan almarhum hingga ke peristirahatan terakhir. “Tidak ada selain amalan yang kita bawa. Saya juga mohon maaf pada njenengan jikalau beliau dalam hidupnya melakukan khilaf,” tandasnya. (hk/red)
Tags: Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Surabaya, pdip, superradio.id, wafat
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





