Cara agar Merdeka dari Covid-19

Yovie Wicaksono - 18 August 2021

 

Gerakan Surabaya Memanggil ini juga memantik pelajar di Kota Surabaya untuk menginiasi aksi sosial membantu sesama pelajar dan masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 yang dinamai Gotong Royong Sekolah Peduli Suroboyo.

Para pelajar ini datang silih berganti ke sekolah masing-masing dengan didampingi orang tua sambil membawa bahan kebutuhan pokok, seperti beras, mie instan, gula, hingga minyak goreng yang langsung dimasukkan ke dalam drop box yang telah disiapkan di posko bantuan Gotong Royong Sekolah Peduli Suroboyo di halaman sekolah. Seperti yang dilakukan di SD Negeri Airlangga 1 Surabaya.

Salah satu siswi kelas 6 SD bernama Natalia Wahyu Putri mengaku, senang bisa menjadi bagian dalam membantu Kota Surabaya. Ia pun mengajak agar seluruh pelajar se-Surabaya ikut berperan dalam menekan laju penyebaran Covid-19 dengan cara menyisihkan rezekinya untuk warga yang terdampak Covid-19.

“Teman-teman ku di Surabaya, ayo berdonasi ini bermanfaat lho untuk kita semua, kita saling berbagi membantu sesama,” pungkasnya.

Penyerahan Bantuan yang Digalang oleh Gotong Royong Sekolah Peduli Suroboyo. Foto : (Humas Pemkot Surabaya)

Dari hasil gotong royong para pelajar Surabaya itu, terkumpul sejumlah kebutuhan pokok, seperti 134.5 ton beras, 35.628 liter minyak goreng, 42,7 ton gula, dan 11.401 dus mie instan. Tidak hanya itu, mereka juga memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 1.047.522.500.

Secara simbolis, bantuan tersebut diberikan oleh pelajar kepada sesama pelajar yang kehilangan orang tuanya karena pandemi Covid-19 dengan disaksikan langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya di halaman Balai Kota Surabaya, Jumat (13/8/2021).

Ketua Organisasi Pelajar Surabaya (Orpes) Aloysiana mengatakan, dirinya merasa senang sekaligus iba ketika menyalurkan bantuan secara langsung kepada teman-temannya. Bantuan berupa uang tunai yang diberikan merupakan hasil dari menyisihkan uang saku dan tabungan yang mereka miliki. Ia pun menyampaikan terimakasih kepada seluruh pelajar yang sudah berpartisipasi dan berkontribusi dalam program gotong royong Surabaya peduli.

“Terimakasih kepada seluruh pelajar yang sudah berpartisipasi dan berkontribusi dalam program Gotong Royong Sekolah Peduli Suroboyo. Semoga ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat. Kalau pelajar Surabaya bisa, warga Surabaya yang lain juga pasti bisa memberikan bantuan yang sama,” sambungnya.

Sementara itu, GUSDURian Peduli bersama dengan sejumlah organisasi juga turut serta memberikan bantuan untuk sesama, khususnya bagi masyarakat yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) berupa permakanan setiap harinya.

Berkonsep dari warga untuk warga, dalam sehari GUSDURian Peduli menyalurkan 300 paket permakanan yang berisi vitamin, madu, masker, buah-buahan dan makanan untuk siang dan malam hari.

“Ini berjalan sekira satu bulan. Kita ingin mengapresiasi warga yang secara sadar dan mau melakukan isolasi dirumah dan kita mencoba membantu agar mereka sudah tidak lagi berpikir mereka besok makan apa, tapi sudah ada makanan yang bisa mereka santap setiap hari selama masa isoman itu,” ujar Koordinator GUSDURian Jawa Timur, Yuska Harimurti.

GUSDURian Peduli saat Hendak Membagikan Bantuan Bagi Warga. Foto : (GUSDURian)

Yuska mengatakan, situasi saat ini merupakan momen yang tepat untuk membuktikan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang warganya suka bergotong royong.

“Ayo kita gotong royong. Merdeka dengan membangun solidaritas menyelamatkan bangsa, menuju Indonesia pulih!” tandasnya.

Tampilkan Semua

Tags: , , , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.