Cara agar Merdeka dari Covid-19
Sama-sama bergerak untuk membantu masyarakat yang sedang menjalani isoman, Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPD PDI Perjuangan Jawa Timur lebih berfokus pada penanganan secara medisnya.
Para kader yang terlibat didalamnya membantu pasien Covid-19 yang tidak mendapatkan tempat di Puskesmas maupun Rumah Sakit sehingga terpaksa menjalani isolasi mandiri di rumah. Mereka membantu melakukan pemeriksaan kondisi pasien mulai saturasi oksigen, fisik, dan gejala yang ada dengan dibantu dua dokter dan tim supporting.
“Misal dia butuh oksigen, kita ada stok khusus yang tidak diperjual belikan yang memang untuk dipinjamkan pada warga yang isoman, jadi kita ngirim kesana. Atau waktu isoman dia butuh ambulans untuk mengirim ke Rumah Sakit karena kondisi yang kritis, kita juga melaksanakan dengan nol rupiah,” ujar Sekretaris Baguna DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Bayu Utoro.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan RT setempat untuk melakukan pengumpulan data siapa saja warga yang membutuhkan oksigen agar nantinya warga tidak bersusah payah membeli dengan biaya yang tinggi.
Selain itu, pihaknya juga rutin memonitor kondisi pasien melalui pesan singkat, serta terus memberikan edukasi bagaimana cara melakukan isoman di rumah yang benar lantaran masih banyak masyarakat yang keliru dalam penerapan isolasi mandiri.
“Yang terjadi di masyarakat itu isoman nya aja sudah keliru, mereka menutup kamar, menutup rumah sehingga sirkulasi udara juga gak ada, dia juga gak ikut berjemur padahal sudah ada edukasi tentang sinar matahari untuk vitamin D nya. Jadi kita edukasi dan pantau terus,” lanjutnya.
Lalu, ketika pasien berhasil melewati masa isolasi mandiri dan dinyatakan negatif melalui swab antigen, maka pihaknya akan melakukan sterilisasi dengan menyemprotkan cairan disinfektan ke seluruh sudut rumah.
“Setelah isoman pasti kita lakukan penyemprotan. Jadi kalau dia sudah isoman selama 13 hari, dan di swab antigen negatif, ya sudah kita laksanakan untuk penyemprotan disinfektan,” ujarnya.
Pihaknya sementara ini membuka layanan on call 24 jam untuk masyarakat yang membutuhkan. Sejauh ini Baguna DPD PDI Perjuangan Jawa Timur telah membantu sekira 100 orang sembuh dari Covid-19 melalui isolasi mandiri (isoman) dan mengantar kurang lebih 10 jenazah ke tempat peristirahatan terakhir.
“Paling jauh sampai mengirim ke Sampang. Sementara ya kita beberapa kali turun di daerah Waru, Rungkut, Pepelegi dan daerah sekitar kantor DPD,” imbuhnya.
Berkat gotong royong semua pihak, pada Rabu (11/8/2021), Kota Surabaya melepas status zona merah menuju zona orange alias risiko sedang.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, meskipun Surabaya sudah masuk dalam zona oranye, tetapi hal itu tak menyurutkan semangatnya untuk terus berjuang agar Kota Pahlawan segera terbebas dari Covid-19.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tetap konsisten dalam menerapkan protokol kesehatan dengan mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas yang tidak perlu, sehingga Kota Surabaya dan Indonesia bisa lekas merdeka dari pandemi Covid-19. (hk/fos/red)
Tampilkan SemuaTags: Baguna DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, COVID-19, gotong royong, Gotong Royong Sekolah Peduli Suroboyo, GUSDURian Peduli, Merdeka, Pahlawan bangsa, Surabaya Memanggil
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





