BPBD Jatim Lakukan Upaya Antisipasi Megathrust

Rudy Hartono - 19 August 2024
Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto saat menunjukkan titik potensi gempa di wilayah Jatim. (foto:rri)

SR, Surabaya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur (BPBD Jatim) mengungkapkan, bahwa ancaman megathrust yang berpotensi tsunami, memang ada, khususnya di pesisir selatan pulau Jawa.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto mengungkapkan, namun informasi terkait dengan potensi gempa megathrust tersebut telah disampaikan sejak tahun 2020 lalu. Namun saat ini memasuki siklusnya.

“Memang kalau bencana seperti gempa, gunung berapi, itu semua ada siklus pengulangan, kalau sekarang siklusnya kurang lebih ratusan tahun, dan dihitung oleh teman teman BMKG, ini merupakan pengulangan siklus tersebut,” katanya, Senin (19/8/2024).

“Tetap kami berharap, hanya menjadi potensi, jangan sampai terjadi. Kalau misalnya sampai terjadi, kita berharap juga dengan apa yang kita lakukan, semoga bisa meminimalisir korban jiwa maupun kerusakan,” tambahnya.

Ancaman megatrust memiliki efek ancaman yang besar. Gatot menyebutkan, bisa menimbulkan gelombang atau tsunami setinggi 20 meter, hingga gempa dengan magnitudo 8,9.

“Dari potensi tersebut, sebenarnya kami bersama BMKG, BPBD Kabupaten Kota, juga instansi terkait, sudah melakukan langkah langkah,” imbuhnya.

Untuk wilayah Jatim sendiri, yang mempunyai potensi besar di wilayah pesisir selatan, mulai dari Banyuwangi hingga Pacitan. Karena digaris pantai selatan tersebut, terdapat sesar aktif.

“Dimana ada lempeng induk Australia dan Eurasia. Dan juga di beberapa wilayah Jawa Timur ada lempeng aktif, sebagaimana kemarin kita tahu di Bawean, lempeng yang sebelumnya tidak aktif jadi aktif, akhirnya terjadi bencana,” terangnya.

Langkah langkah preventif dari BPBD Jatim, antara lain dengan memperbanyak Destana atau Desa tangguh bencana yang memiliki potensi kerawanan. Selain itu juga pemasangan sirine, dan early warning system. (*/rri/red)

Tags: , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.